Pangeran Saudi Izinkan Perempuan di Negaranya Menyetir

Al Waleed berpendapat bahwa sudah waktunya perempuan di Saudi menyetir mobilnya sendiri.
, Majalah Kartini | 09/12/2016 - 19:00

MajalahKartini.co.id – Larangan menyetir bagi perempuan masih menjadi perdebatan di Arab Saudi. Sejumlah aktifis pro perempuan mendesak otoritas untuk mencabut larangan tersebut hingga menimbulkan perdebatan dengan pihak konservatif. “Hentikan perdebatan, sudah waktunya perempuan dibolehkan mengemudi,” kata Pangeran Al Waleed bin Talal seperti yang ditulis di situs pribadinya akhir November lalu.

Di surat empat halaman yang diunggah di laman pribadinya, Al Waleed berpendapat bahwa sudah waktunya perempuan di Saudi menyetir mobilnya sendiri. Pendapatnya ini ternyata atas dasar pertimbangan ekonomi. Sopir asing yang dipekerjakan biasanya digaji 3.800 riyal, atau sekitar US$ 1000, setara lebih dari Rp 13 juta per bulan. Padahal saat ini Arab Saudi tengah melakukan penghematan dan mencoba mengalihkan sumber pendapatan ekonomi dari minyak.

Namun tampaknya, pendapat Al Waleed hanya dianggap angin lalu oleh pemerintah Arab Saudi. Pendapatnya tak akan mengubah kebijakan pelarangan perempuan menyetir. April kemarin, Mohammad bin Salman, wakil putra mahkota yang juga borpotensi menjadi raja ini mengatakan tidak yakin memberikan hak perempuan untuk menyetir sendiri. Alasannya, karena menimbulkan penolakan dari masyarakat dan adanya doktrin agama.

Larangan mengemudi diberlakukan oleh polisi agama Arab Saudi dan menuai protes. Perempuan di negara petro dollar itu memang telah diijinkan memilih dan dipilih di pemilu lokal untuk pertama kali, Desember tahun lalu. Tapi untuk bekerja di ranah publik, perempuan masih dibatasi, apalagi untuk menyetir.

Al Waleed memang tidak berbicara mewakili pemerintah karena tak berada di dalamnya. Namun, Al Waleed merupakan salah satu investor terkaya di dunia yang pengaruhnya lebih besar dari sejumlah keluarga kerajaan lain. Dia adalah milarder yang mempunyai bisnis properti, perhotelan, dan konstruksi di Amerika Serikat dan Eropa. Al Waleed menuliskan larangan perempuan menyetir sebaiknya tak dipertahankan. “Larangan mengemudi sebenarnya merupakan pelanggaran hak-hak perempuan, apalagi setelah perempuan juga mendapatkan haknya di bidang pendidikan dan gaji pekerjaan,” tulis Al Waleed.

Mengakhiri larangan mengemudi akan membuat Arab Saudi tak membutuhkan lagi satu juta sopir asing. Ini akan menstimuli ekonomi karena perempuan bisa bekerja di ranah publik dengan menjadi sopir bagi perempuan lain. Peryataan Al Waleed ini bukan kali pertama yang menimbulkan kontroversi. Tahun 2008, dia dituduh memperkosa seorang model di kapal pesiar saat berlayar menuju Pulau Ibiza, Spanyol. Tahun 2012, majelis hakim Spanyol menghentikan kasusnya karena tak cukup bukti.

Desember 2015, Pangeran AL Waleed mengecam presiden terpilih Donald J. Trump saat masih menjadi calon kandidat presiden dari Partai republik. “Kamu adalah aib, tak hanya untuk GOP tetapi seluruh Amerika,” cuitnya di twitter. Al Waleed meminta Trump mundur dari pencalonan karena yakin tak akan pernah menang. Tanggal 9 November lalu, setelah Trump memenangkan pemilu, Al Waleed kembali bercuit di akun pribadinya. “Apa pun perbedaan masa lalu, Amerika telah memilih, selamat dan salam untuk presiden anda. (Sundari/Foto: Nytimes.com)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: