Meski Cenderung Turun, Tren Startup Masih Menguat

Tech in Asia 2017 menghadirkan panggung baru, Revenue Stage, guna mendukung startup lokal mengatasi salah satu tantangan paling besar di industri.
, Majalah Kartini | 02/11/2017 - 18:03

MajalahKartini.co.id – Tech in Asia Jakarta 2017, konferensi teknologi tahunan terbesar di Asia yang memberikan informasi terkini dan mendalam seputar industri digital dan membukakan peluang bagi para startup untuk bertemu calon investor, korporasi, pemerintah hingga para ahli di bidang teknologi, Rabu (1/11) resmi dibuka di Jakarta.

Acara yang dihadiri sebanyak 5.000 pengunjung, 100 pembicara, 250 investor dan 300 exhibitor ini merupakan yang ke-6 kalinya di Jakarta dan yang ke-18 di Asia. Dengan jumlah pengunjung yang meningkat 15% dari tahun sebelumnya, ajang Tech in Asia Jakarta 2017 menjadi bukti dari komitmen Tech in Asia dalam mendukung ekosistem startup dan teknologi di Indonesia dan Asia.

Hingga kuartal kedua tahun ini, pertumbuhan startup di Indonesia memang mengalami sedikit penurunan. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Tech in Asia, jumlah startup baru yang muncul hingga kuartal kedua 2017 mengalami penuruan hingga 23% dibandingkan tahun 2016. Walaupun begitu, tren startup masih akan terus menguat dengan banyaknya jumlah investor yang mencari peluang untuk mendanai startup yang menjanjikan dan memilki tren positif masih cukup tinggi.

Hendri Salim, Chief Executive Officer, Tech in Asia Indonesia, mengupas lebih dalam mengenai situasi industri startup saat ini. “Berdasarkan data Startupyang akan berpartisipasi di Bootstrap Alley – StartupExhibition Tech in Asia Jakarta 2017, startup-startupbaru yang bermunculan masih cukup banyak didominiasi oleh startup e-commerce. Walaupun begitu jumlahnya mulai turun dari tahun lalu dengan diikuti makin meningkatnya startup Software as Service, Fintech, Education hingga Advertising Technology,” jelasnya.

Tech in Asia Jakarta untuk pertama kalinya akan bertempat di Jakarta Convention Centre dan menghadirkan 6 panggung yang membahas ratusan konten menarik seputar ​startup dan teknologi. Hadir dengan venue yang lebih besar, ajang ini memberikan pengalaman konferensi yang berbeda untuk 5.000 peserta. Keenam panggung tersebut adalah Main Stage, Developer and Product Stage, Marketing Stage, Startup 101 Stage, Investor Stage dan satu​ ​panggung​ ​baru​ ​yaitu​ ​Revenue​ ​Stage.

“Kami melihat bahwa salah satu hal yang sering dilewatkan oleh para penggiat startup di Indonesia adalah ketidaksiapannya dalam merencanakan strategi untuk meningkatkan revenue. Itu sebabnya, kami ingin membantu para startup mengatasi tantangan tersebut dengan menghadirkan Revenue Stage,” tambahnya.

Kami berharap dengan sajian program yang menarik di panggung tersebut, para penggiat startup lokal agar memiliki perencanaan yang lebih matang saat ingin terjun ke industri ini,” ungkap Putra Setia Utama, COO Tech in Asia Indonesia. Dibuka pada hari kedua acara, para pakar industri dari sejumlah perusahaan digital lokal seperti AVP Sales, Zomato Indonesia, Trisnia Anchali Kardia, serta COO, Kudo, Agung Nugroho, dan VP of Business Development, Faspay, Eddy Tju dan lainnya akan berbagi ilmu dan pengalaman mereka dalam merencanakan keuntungan bisnis hingga mengatur keuangan agar dapat berkembang dan bertahan hidup lebih lama. (Foto: Dok. Pribadi)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: