Menkes Nila Resmikan Pabrik Larutan Infus Pertama

Pabrik larutan infus B. Braun pertama di Indonesia ini mendukung program pemerintah JKN.
, Majalah Kartini | 28/07/2017 - 10:07

Menkes Nila Resmikan Pabrik Larutan Infus Pertama

MajalahKartini.co.id – Menteri Kesehatan Republik lndonesia Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, meresmikan pabrik cairan infus, PT B. Braun Medical Indonesia di Bukit Indah, Karawang, Kamis (27/7). Peluncuran pabrik farmasi ini merupakan pabrik larutan infus B. Braun pertama di Indonesia yang memproduksi produk-produk cairan dasar dan produk-produk larutan infus inovatif lainnya untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor.

Menteri Kesehatan Nila F Moeloek dalam sambutannya mengatakan investasi pembangunan pabrik produksi tersebut sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan, dan Peraturan Menteri Kesehatan No. 17/2017 tentang Rencana Aksi Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan di Indonesia. Pabrik produksi yang akan mulai beroperasi tersebut akan membantu Indonesia meminimalkan ketergantungan negara terhadap produk impor dan bahkan dapat mengubah Indonesia menjadi negara eksportir yang mampu mengantisipasi kekurangan obat di masa depan.

“Saat ini sudah 179 juta jiwa yang ikut didalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), ini merupakan jumlah yang cukup berat dan besar. Tentunya ini memerlukan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sebagai bentuk pelayanan kesehatan tersebut. Berbagai upaya kita laksanakan termasuk dikeluarkannya Intruksi Presiden tahun 2016 tentang percepatan pengembangan industri farmasi kesehatan,” kata Nila.

Dalam Inpres tersembut memberikan intruksi kepada 12 kementrian termasuk Kementerian Perindustrian agar menjalankan fungsinya mendukung peralatan pembangunan industri farmasi dan kesehatan dengan maksud menjamin ketersediaan farmasi dan alat kesehatan dalam upaya perlindungan pelayanan kesehatan dalam rangka JKN. “Dewasa ini 70% kebutuhan obat nasional sudah dapat dipenuhi oleh industri farmasi yang ada di Indonesia, sisanya masih merupakan impor dan merupakan obat inovator yang belum dapat diproduksi di dalam negeri,” kata Nila.

Larutan infus satu standarlisme yang paling banyak digunakan dalam pelayanan kesehatan tahun 2012 berkisar 14,5 juta unit pertahun dan terus meningkat sejalan dengan peningkatan kepesertaan badan JKN. “Untuk itu saya juga mengharapkan tidak bertambah banyak yang sakit. Seperti tahun lalu kami agak sedikit kelimpungan terhadap gejala yang meningkat akhirnya cairan infusnya dicari kemana-mana,” jelasnya.

Presiden B. Braun Asia Pacific, Ms. Anna Maria Braun, mengatakan selama 778 tahun, perusahaan ini telah menjalankan visi perusahaan untuk melindungi dan meningkatkan taraf kesehatan masyarakat dunia. Ia bangga melanjutkan komitmen perusahaan melalui pembangunan pabrik farmasi yang akan menjadi lokasi utama produksi di kawasan Asia Pasifik. “Kami senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dalam menyediakan produk medis kelas dunia dan terjangkau untuk masyarakat Indonesia,” ujar Anna.

Pembangunan pabrik akan selesai dalam dua tahap. Pada pembangunan tahap pertama, kapasitas produksi tahunan pabrik akan mencapai 15 juta unit. Berlanjut ke pembangunan tahap kedua, kapasitas produksi tahunan pabrik akan meningkat hingga 48 juta unit. Pabrik ini akan memproduksi beragam larutan infus dan produk obat suntik yang akan digunakan untuk pasien-pasien di Indonesia dan juga akan diekspor ke negara lain di kawasan Asia Pasifik.

Larutan infus merupakan salah satu perawatan dasar yang diberikan kepada pasien. Perusahaan ini memproduksi larutan infus dalam wadah sistem tertutup yang dapat mengurangi risiko kontaminasi udara, bakteri, dan non-bakteri. Beberapa produk, yang akan diproduksi di pabrik baru ini meliputi Ecosol Ringer Lactate IV Inf (500 ml), Sterofundin ISO IV Inf (500 ml), Ecosol Sodium Chloride 0.9 Infus (500 ml), Ecosol Glucose 10°o lV Inf (500 ml) dan Glukosa 5% (500ml).

“Dengan proyek ini, kami ingin secara positif mendukung sektor kesehatan di lndonesia, dengan menciptakan kesempatan kerja. Mempromosikan teknologi dan mentransfer pengetahuan, dan yang terpenting sejalan dengan aspirasi Pemerintah Indonesia. Kami ingin memberikan akses terhadap kualitas tinggi kelas dunia, dan produk-produk medis yang terjangkau bagi masyarakat lndonesia,” kuncinya. (Foto: Andim)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: