Kisah Nyata Beauty and The Beast Tak Seindah Filmnya

Kisah ini memang tak berakhir dengan Petrus yang berubah menjadi tampan seperti Beauty and The Beast.
, Majalah Kartini | 23/03/2017 - 19:35

Kisah Nyata Beauty and The Beast Tak Seindah Filmnya

MajalahKartini.co.id – Petrus Gonsalvus gugup saat menanti calon pengantinnya memasuki altar pernikahan. Dia dan calonnya memang belum pernah bertemu sebelumnya seperti kebiasaan di abad 16. Bangsawan Perancis ini takut calon istrinya tak mau menerima kondisinya.

Ketika pintu kapel berderit, Petrus menoleh ke arah Catherine Raffelin yang perlahan memasuki ruangan. Pandangan mereka bertemu. Catherine jelas tak bisa menutupi ketakutan di wajah saat memandang calon suaminya penuh bulu di seluruh tubuh. Namun pernikahan harus tetap digelar.

Catherine mencoba tenang. Dia berpikir mungkin Petrus mempunyai kualitas hati yang baik. Ternyata benar, Petrus orang yang pemberani namun penuh kasih. Perlahan Catherine mencintai suaminya hingga dikaruniai tujuh anak dan hidup bahagia 45 tahun. Mautlah yang memisahkan mereka.

Apakah cerita ini yang menginspirasi kisah Beauty and The Beast? Ternyata benar. Pengarang cerita Perancis Gabrielle-Suzanne de Villeneuve menulis La Belle et la Bete tahun 1740.

Petrus terlahir di Tenerife pada tahun 1537, nama sebelumnya Pedro Gonzalez. Wajah dan tubuhnya dipenuhi rambut tebal sehingga sekilas manusia srigala. Dia mengalami kondisi hipertrikosis atau sindrom Ambras yang memicu pertumbuhan rambut tebal.

Dia dibawa ke Perancis pada umur 10 tahun sebagai hadiah penobatan Raja Henry II dan Ratu Catherine de Medici. Awalnya Henry takut sehingga dia menuruh sejumlah dokter untuk melihat Pedro mengaum atau tidak. Ternyata Pedro hanyalah anak manusia biasa.

Sejak saat itu, Henry II melakukan uji coba apakah anak angkatnya itu bisa berperilaku sebagai manusia. Nama Pedro diubah menjadi Petrus dan diberi pakaian yang bagus serta pendidikan bak bangsawan.

Petrus ternyata anak yang cerdas. Dia bisa menguasai tiga bahasa. Sejumlah bangsawan dan artis datang untuk berkenalan dan melukis dirinya. “Dia memang bangsawan yang sebenarnya,” kata Sejarawan Italia Roberto Zapperi kepada Mirror.co.uk.

Sejumlah orang mengatakan Petrus harus menikah dan mempelajari aturan rumah tangga. Masalahnya, bagaimana cara menemukan perempuan yang bersedia menikahi laki-laki yang wajahnya serupa binatang.

Tahun 1559, raja tewas dan digantikan oleh Catherine. Ratu kemudian melanjutkan penelitian tentang Petrus. Dia juga yang mencari pengantin perempuan yang bersedia menikahi ‘anak angkat’nya itu.

Catherine memilih putri dari Raffelin, pegawai pengadilan yang nama aslinya tidak diketahui. Orang-orang memanggil pengantin perempuan itu dengan nama sang ratu, Catherine. Sang ratu terus mematai pernikahan Petrus dan Catherine apakah mereka bisa hidup bahagia? Ternyata penikahannya bahagia.

Pasangan ini kemudian memiliki dua putra yang diberi nama Paolo dan Ercole. Mereka tidak mewarisi kondisi fisik ayahnya. Tapi dua anak laki-laki berikutnya, Enrico dan Orazio, memiliki keadaan yang serupa dengan Petrus. Tiga anak perempuannya yakni Maddalena, Francesca, dan Antoinetta juga dipenuhi bulu di seluruh tubuh.

Keluarga ini terkenal dan berkeliling dunia. Mereka menetap di Spanyol di bawah perlindungan Duke dari Parma. “Mereka tak ditangkap bahkan dibayar dengan baik,” kata Zapperi.

Duke membiarkan keluarga Petrus menjalankan usahanya. Dia mengirim anak Petrus yang berbulu kepada rekannya sebagai hadiah. Sementara anak Petrus yang lain, Antoinetta, sebagai asisten ibunya.

Anak-anaknya yang diperlakukan seperti budak tentu membuat Petrus dan istrinya kecewa. Namun pasangan ini akhirnya menemukan kedamaian di Danau Bolsena Capodimonte, Italia. Mereka diperlakukan sebagai warga biasa yang dihormati, bahkan sempat menghadiri pembaptisan cucunya di tahun 1677.

Petrus akhirnya meninggal di tahun berikutnya saat berusia 81. Sementara Catherine tahun 1623. Kisah ini memang tak berakhir dengan Petrus yang berubah menjadi tampan seperti Beauty and The Beast. Namun bagi Catherine, suaminya adalah sosok yang perhatian, penuh kasih, dan ayah yang baik. (Foto: Altervista)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: