Ketika Halal Tak Sekadar Jadi Kebutuhan

Persoalan halal tidak lagi hanya soal kebutuhan tetapi juga menjadi gaya hidup keseharian.
, Majalah Kartini | 22/01/2018 - 18:01

MajalahKartini.co.id – Saat ini ragam produk halal terus tumbuh dan sangat berpengaruh di pasar global. Tagline halal sudah menjadi konsep yang universal dan bagian dari gaya hidup. Bahkan masyarakat sudah makin kritis mempertanyakan kehalalan sebuah produk.

Persoalan halal tidak lagi hanya soal kebutuhan, khususnya masyarakat muslim, tetapi juga sudah berkembang menjadi pola gaya hidup. Hal itulah yang mendasari Hijup mengadakan acara Womens Day Out Volume 6 bertajuk “Halal Style: Good Food, Good Behavior” di  di Hijup Store, Jakarta Selatan, Jumat (19/1).

Kehalalan makanan dan minuman yang  dikonsumsi merupakan hal mutlak yang harus ada. Dalam acara yang menghadirkan Chef Herman, para peserta diajak untuk sama-sama lebih memerhatikan kehalalan produk yang akan dikonsumsi.

Sebagai seorang chef yang kini concern pada kuliner dan masakan halal, Chef Herman mengatakan bahwa memilih makanan yang halal adalah hak sebagai seorang konsumen yang dilindungi oleh undang-undang. “Tak hanya halal tetapi juga baik untuk kita konsumsi,” ujar Chef Herman yang aktif di dapurhalal.com ini.

Cara mudah menentukan halal tidaknya sebuah produk, lanjut Chef Herman, adalah dengan melihat sevara detail logo produk dan lembaga yang mengeluarkan logo atau sertifikasi halal. “Lembaga yang mengeluarkan harus memiliki kredibilitas yang di[ercaya masyarakat,” ujar founder Asosiasi Chef Halal ini.

ia juga mengimbau kepada para pengusaha Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk berupaya mengurus sertfikasi halal untuk meyakinkan para konsumen.”Mulai dijaidkan prioritas karena banyak masyarakat kita yang juga menjadi pelanggan UMKM,” pungkasnya. (Foto: Doc. Pribadi)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: