“Keterbatasan Bukanlah Hambatan” Kisah 4 Figur Inspiratif

Mengajak khalayak berpikir positif dan optimis dalam mewujudkan suatu tujuan.
, Majalah Kartini | 04/12/2017 - 11:02

MajalahKartini.co.id – Bangsa Indonesia mempunya banyak generasi berbakat yang menginspirasi generasi muda. Dengan berfikir positif dan optimis maka kesuksesan itu bukan hal mustahil. Sejak 2015, Allianz Inspiring Talks (AIT) selalu menghadirkan para pembicara yang inspiratif melalui ide, kreativitas, dan karya mereka yang berdampak positif dalam beberapa aspek kehidupan. Kali ini AIT kembali digelar pada Kamis (30/10) di Soehanna Hall, The Energy Building, Jakarta.

Mengusung tema “Break The Limit, Reach The Potential”, AIT 2017 menghadirkan empat orang pembicara yang mampu mengatasi keterbatasan dalam dirinya sendiri, maupun membantu pihak lain mengatasi keterbatasan yang ada. Para pembicara tersebut ialah Triyono, Pendiri Startup Ojek Online khusus difabel di Yogyakarta, Agan Harahap seorang seniman, Alex Sihar pendiri dan Direktur Yayasan Konfiden, dan Reda Gaudiamo seorang musisi.

Dalam tiga tahun pelaksanaannya, Allianz telah berkesempatan mengangkat tema dan karya-karya inspiratif dari anak bangsa, mulai dari lingkungan hidup, kemanusiaan, pendidikan, budaya dan seni. Dengan harapan karya-karya mereka tersebut dapat dikenal lebih luas dan menginspirasi berbagai pihak untuk mendukung atau bahkan terlibat di dalamnya.

Adrian DW, Head of Corporate Communications Allianz Indonesia mengatakan, untuk mendukung tujuan tersebut, pihaknya melibatkan para mitra bisnis, tenaga pemasaran, nasabah dan juga masyarakat umum untuk ikut ambil bagian dalam AIT. “Allianz Inspiring Talks merupakan wadah kolaborasi yang dikemas secara unik untuk dapat mempertemukan dan melibatkan pemangku kepentingan perusahaan dengan sosok-sosok luar biasa dan inspiratif yang memiliki pemikiran serta keberanian untuk berkarya memajukan berbagai aspek dalam masyarakat,” ujar Adrian.

Ia menambahkan, keunikan AIT adalah memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dan ide-ide yang dapat ditindaklanjuti untuk menciptakan sinergi antara dunia usaha dengan misi-misi sosial tertentu yang diusung para pembicara. Allianz Indonesia saat ini bekerja sama dengan lebih dari 40 perusahaan dari berbagai industri mulai dari perbankan, telekomunikasi, transportasi, pelayanan kesehatan, pariwisata dan lain sebagainya untuk memasarkan dan mengembangkan pasar asuransi di Indonesia.

“Ditambah dengan dukungan lebih dari 25.000 tenaga pemasaran keagenan di Indonesia, seluruhnya telah membentuk suatu ekosistem yang kuat untuk mampu berkolaborasi dalam mendukung dan menindaklanjuti pemikiran-pemikran progresif dari para pembicara setiap tahunnya,” paparnya.

Pembicara pertama Triyono, tergugah melihat para penyandang disabilitas yang tidak memiliki akses setara terhadap transportasi umum, Triyono mendirikan DIFA City Tour & Transport, sebuah ojek online di Yogyakarta. Berkat jiwa kewirausahaannya, Triyono tidak hanya memfasilitasi para penyandang disabilitas dengan transportasi, namun juga memberdayakan mereka sebagai pengemudi ojek itu sendiri.

Pembicara kedua Agan Harahap, dikenal dengan beberapa julukan mulai dari ’master photoshop’ hingga ’internet troll’. Agan sangat antusias dalam menantang persepsi masyarakat mengenai mana fakta dan fiktif melalui karya yang dia ciptakan. Di era media sosial saat ini, dia memiliki keinginan untuk membuka wawasan masyarakat secara digital saat mengonsumsi berita di media.

Pembicara ketiga Alex Sihar, dikenal akan kontribusinya dalam upaya merestorasi film Indonesia klasik karya Usmar lsmail, ’Tiga Dara’ dan ’Lewat Djam Malam’. Alex memiliki perhatian khusus pada keterbatasan akses masyarakat Indonesia terhadap budayanya sendiri. Alex memiliki keyakinan bahwa setiap budaya memiliki ekosistem uniknya masing-masing yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Sedangkan pembicara keempat adalah Reda Gaudiamo. Reda dan rekannya, Ari, dikenal dengan aksi panggung mereka dalam menyanyikan puisi karya Sapardi Djoko Damono. Walaupun memulai karier musiknya di usia yang cukup matang, Reda tidak pernah menganggap usia sebagai batasan. Ketika ada orang bertanya, ”Kenapa sekarang?”, jawabannya adalah ”Kenapa tidak?”. (Foto : Andim)

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: