Kesetaraan Gender Tingkatkan Produktivitas Usaha Perempuan

Kecilnya jumlah pemasok dari perusahaan perempuan bukan karena jumlah pengusahanya yang sedikit, namun karena rendahnya akses bagi pengusaha perempuan untuk dapat masuk ke pasar mata rantai pasok.
, Majalah Kartini | 22/03/2017 - 20:03

Kesetaraan Gender Tingkatkan Produktivitas Usaha Perempuan

MajalahKartini.co.id – Kesetaraan gender merupakan hal penting yang perlu dicapai demi kemajuan dan kelanggengan usaha yang dipimpin maupun dimiliki oleh perempuan. Hal ini mengingat lebih dari setengah UMKM di Indonesia dimiliki atau dipimpin oleh perempuan. Oleh sebab itu, perlu berbagai upaya bersama agar kebijakan pemerintah, ekonomi dan perniagaan untuk lebih berpihak pada perempuan dan mengedepankan aspek kesetaraan gender.

”Meskipun perempuan mengendalikan lebih dari US $ 20 trillyun dalam pembelanjaan konsumen setiap tahunnya, namun ironisnya hanya 1% dari usaha yang dimiliki atau dipimpin perempuan yang bias jadi pemasok dalam memenuhi kebutuhan barang/jasa tersebut,” ujar Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), Suryani S.F Motik melalui siaran pers yang dikirim Rabu, 22 Maret 2017.

Suryani mengatakan kecilnya jumlah pemasok dari perusahaan perempuan bukan karena jumlah pengusahanya yang sedikit, namun karena rendahnya akses bagi pengusaha perempuan untuk dapat masuk ke pasar mata rantai pasok. Karena itulah, HIIPI berharap adanya kebijakan perusahaan maupun pemerintah yang peka terhadap aspek gender dalam pengadaan barang dan jasa, baik yang dilakukan oleh korporasi maupun oleh pemerintah.

International Finance Corporation Asia Advisory Manager for Financial Institution Group, Rachel Freeman mengungkapkan berdasarkan hasil penelitian IFC, perempuan menjalankan lebih dari setengah perusahaan kecil dan sepertiga dari perusahaan menengah di Indonesia. “Kami percaya bahwa kebijakan pemasok yang inklusif dan mengedepankan keberagaman, seperti system pembelian yang peka terhadap jender, akan meningkatkan peluang bagi perusahaan yang dimiliki perempuan untuk dapat berperan aktif dalam perekonomian bangsa dan menjaga kelanggengan usahanya.”

Pentingnya kesetaraan gender dalam dunia usaha juga diungkapkan oleh Project Manager SheTrades untuk Negara-Negara Asosiasi Lingkar Samudera Hindia (IORA) dari International Trade Centre (ITC), Michelle Kristy, menyatakan. Dia mengatakan penting bagi perusahaan-perusahaan besar untuk mendiversifikasi penyedia barang dan jasa serta memperhitungkan pengusaha perempuan, untuk meningkatkan keunggulan kompetitif di era Sustainable Development Goals (SDGs). Apalagi, kata dia, pengusaha perempuan banyak terdapat pada sektor-sektor yang kurang produktif, dikarenakan adanya hambatan kesetaraan gender.

Acara Women’s Business Forum (WBF) diselenggarakan atas dasar kepedulian bersama antara institusi terkait untuk meningkatkan aspek kesetaraan jender dalam mata rantai pasok di sektor swasta maupun pemerintah. Diharapkan melalui acara ini para pengusaha milik dan pimpinan perempuan dapat meningkatkan wawasannya dan menjadi pemasok barang/jasa di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia. Pada gilirannya meningkatnya kemampuan perusahaan ini untuk dapat menjadi pemasok, akan meningkatkan pendapatan, menyerap tenaga kerja, menumbuhkan kreativitas dan mempercepat pertumbuhan pembangunan.

Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 UMKM dari berbagai daerah seperti Jabodetabek, Yogya, Bandung, dan Bali. Paea pengusaha kecil menengah ini berkumpul untuk meningkatkan wawasan, menjalin jejaring dan mencari peluang usaha dengan lebih dari selusin perusahaan besar di Indonesia, seperti Sarinah, Hypermart, Ranch Market, Unilever, Adaro Energy, Wardah, dan Martina Berto. (Foto: ANT FOTO)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: