Jokowi: Nyanyi Indonesia Raya dan Baca Pancasila Sebelum Pelajaran

Tujuannya agar anak-anak tak kehilangan karakter dan jati diri bangsa.
, Majalah Kartini | 26/01/2017 - 20:43

Jokowi Nyanyi Indonesia Raya dan Baca Pancasila Sebelum Pelajaran

MajalahKartini.co.id – Presiden Joko Widodo meminta pemangku kepentingan merumuskan pendidikan karakter ke-Indonesia-an. Tujuannya, kata Jokowi, agar anak-anak Indonesia tidak terbawa arus budaya negara lain, sehingga kehilangan karakter dan jati diri bangsa. “Inilah tekanan yang ingin saya sampaikan agar anak-anak kita bekali dengan karakter-karakter ke-Indonesia-an yang baik,” kata Jokowi saat membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2017 dan Penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk Siswa Yatim Piatu Wilayah Jabodetabek, di JI Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (26/1).

Untuk membangun karakter ke-Indonesia-an tersebut, Presiden Jokowi menyampaikan 6 (enam) hal yang harus dilakukan. Pertama, mewajibkan anak-anak untuk mengikuti pendidikan ekstrakulikuler. Kedua, merancang kegiatan sosial kemasyarakatan untuk menumbuhkan, membangun, dan memupuk rasa sosial budaya bagi anak-anak yang saat ini sudah mulai dilupakan.

“Misalnya, mengunjungi panti jompo, supaya anak-anak kita ada rasa sosial. Kemudian bersih-bersih kampung di sekitar sekolah, supaya anak memiliki rasa sosial budaya terhadap lingkungannya,” kata Jokowi mencontohkan. Ketiga, jika di luar negeri ada program overseas experience untuk mengenalkan negara lain kepada anak usia sekolah, maka di Indonesia anak-anak diajak ke provinsi lain untuk mengenal saudara-saudara mereka di provinsi tersebut.

“Ini akan baik untuk kebhinnekaan kita, untuk keragaman kita, dan memperkaya wawasan anak-anak kita bahwa mereka tidak hanya ngerti di kabupatennya atau kotanya masing-masing, ini penting sekali,” kata Jokowi seraya mengingatkan, bahwa tujuannya bukan untuk mengajak ke tempat-tempat wisata. Keempat, mengingatkan kebhinnekaan melalui lagu Indonesia Raya maupun pembacaan Pancasila setiap harinya di sekolah. Jokowi mengatakan perlu terus diingatkan karena Indonesia memiliki keragamaan dengan lebih dari 700 suku dan 1.100 lebih bahasa lokal.

Kelima, Presiden meminta lomba-lomba untuk anak-anak di setiap kecamatan maupun kabupaten/kota digiatkan kembali. “Mungkin sekarang anak-anak kita yang lebih modern bisa saja lomba membikin video, lomba membikin blog, menulis dalam blog, lomba membikin aplikasi-aplikasi,” kata Jokowi. Dia sempat menceritakan semasa masih kecil, ada lomba olahraga atau melukis di setiap kecamatan dan kota saat libur sekolah.

Terakhir, Jokowi menekankan pentingnya penguasaan dan pengenalan dini teknologi informasi bagi anak-anak. “Ajari mereka, misalnya di SD mengenai penggunaan microsoft excel, microsoft word, misalnya, ajarkan pada mereka. Karena apapun ini ke depan akan sangat berguna bagi anak didik kita,” katanya.

Jokowi juga mengingatkan untuk memberikan perhatian yang sangat serius terhadap perkembangan media sosial. Lini massa ini begitu dekat dan nyata pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari. “Saya ingin apa yang saya sampaikan tadi dirumuskan dalam sebuah pemikiran yang lebih komprehensif,” ucap Jokowi. Dia ingin anggaran pendidikan tahun 2017 sebesar Rp 400 triliun tepat sasaran.(Sundari. Foto: Seskab)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: