Iwet Ramadhan Ciptakan Desain Kupu-kupu dan Capung untuk Botol Susu

Filosofi dibalik Batik ini-lah yang kami rasa sejalan dengan misi dan visi Pigeon untuk mempersembahkan produk kebutuhan ibu dan buah hati.
, Majalah Kartini | 29/09/2017 - 10:03

MajalahKartini.co.id – Berlandaskan keseriusan dan kecintaan terhadap warisan Batik, Pigeon tetap konsisten untuk menjaganya dalam wujud motif Batik pada produk botol susu nya yang masih diteruskan di tahun ini. Kesungguhannya dalam melestarikan Batik pun tak tanggung-tanggung diperlihatkan dengan mempersembahkan kain Batik dengan kembali menggandeng Entrepreneur dan Pelestari Batik berbakat Iwet Ramadhan.

Batik bukan hanya kain bercorak tetapi juga merupakan penggambaran filosofi kebudayaan dan warisan budaya leluhur yang perlu dijaga. “Filosofi dibalik Batik ini lah yang kami rasa sejalan dengan misi dan visi Pigeon untuk mempersembahkan produk kebutuhan ibu dan buah hati yang berkualitas sebagai wujud kecintaan kami untuk selalu mendukung perkembangan sang buah hati tercinta,” jelas Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division pada press conference di Jakarta, Kamis (28/9).

Bertemakan ‘KreASI Budaya Bangsa untuk Ibu dan Buah Hati’, Pigeon terus menghidupkan Batik dalam produk terbarunya, botol susu motif Batik inspiratif karakter Kupu-Kupu dan Capung serta koleksi kain Batik tulis yang diperkenalkan kepada masyarakat Ibukota Jakarta di showroom Pigeon, Pacific Place Lantai 3, Jakarta.

Dalam desain terbarunya, produk perlengkapan bayi ini menempatkan dua motif batik yang akan menghiasi setiap botol susu Pigeon koleksi spesial Batik yaitu: Kupu-Kupu, sebagai simbol ilmu pengetahuan serta dijadikan sebagai simbol kekuatan dan ketangguhan; Capung, sebagai simbol dari kesuksesan, daya tahan dan keanggunan.

“Capung adalah lambang kebersihan. Dengan adanya capung menandakan bahwa tempat itu bersih, ada sumber air dan udaranya juga bersih,” kata Iwet.

Iwet Ramadhan yang kembali digandeng Pigeon untuk mendesain motif khusus pada botol susu Batik terbaru ini pun merasa bangga dipercaya untuk mendesain motif batik terbaru untuk Pigeon. Iwet sangat mengapresiasi konsistensi dan komitmennya. Ini merupakan bagian dari pelestarian warisan nenek moyang yang secara konsisten diperlihatkan sejak tahun 2014 lalu.

“Sebagai seorang desainer, saya melihat Pigeon senantiasa memberikan dukungan penuh untuk pemberian ASI eksklusif dengan meluncurkan berbagai inovasi di produknya, termasuk botol susu yang didesain khusus sejak 4 tahun lalu telah memperkenalkan koleksi botol susu motif batiknya,” jelas Iwet.

Untuk kecintaan terhadap Batik pun setelah dua tahun sebelumnya mempersembahkan kain batik cap motif tematik dan kali ini secara khusus mempersembahkan kain batik tulis nan cantik sebagai wujud nyata cinta produk perlengkapan bayi ini terhadap warisan budaya Tanah Air. “Kecintaan dan dedikasi tinggi inilah yang saya tangkap dari produk-produk Pigeon yang tak salah bila telah dipercaya oleh masyarakat dunia termasuk di Indonesia,” ujarnya lagi.

Kontribusi nyata kepedulian perusahaan asal Jepang ini pun tak berhenti sampai disini. Dengan hadirnya botol susu bermotif Batik terbaru serta kain Batik tulis, bagi konsumen yang membeli botol susu bermotif Batik, brand ini akan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualan botol Motif Batik kepada anak-anak yang kurang beruntung melalui Yayasan Dana Bantuan Anak Sekar Mlatti Femina Group senilai 20 juta rupiah. Dan sebagian penjualan botol Motif Batik dan kain Batik tulis Pigeon, juga akan disumbangkan ke Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) di Bandung sebesar 50 juta rupiah.

“Harapan ke depannya, Pigeon dapat selalu membantu dalam melestarikan budaya Batik kepada generasi penerus Bangsa,” tutup Anis.

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: