Harga Naik, Kaos ‘LOL’ Pembunuh Kim Jong-nam Jadi Daya Tarik

Tidak jelas apakah yang ada di gambar itu adalah perempuan Vietnam atau Siti Aisyah yang berpaspor Indonesia.
, Majalah Kartini | 17/02/2017 - 19:26

Harga Naik, Kaos 'LOL' Pembunuh Kim Jong-nam Jadi Daya Tarik

MajalahKartini.co.id – Masyarakat saat ini sedang heboh dengan kasus pembunuhan Kim Jong-nam oleh perempuan Warga Negara Indonesia (WNI). Kim Jong-nam sendiri terbunuh di Malaysia. Hingga kini belum jelas, apa daya tarik dari keterkaitan dalam pembunuhan, namun kaos yang dikenakan oleh pelaku itu kini dijual di jaringan toko online Taobao, dengan harga melangit, sekitar 6.324 yuan atau Rp13 juta.

Aparat Malaysia sejauh ini masih menyelidiki terbunuhnya Kim Jong-nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Setidaknya sudah tiga orang ditangkap. Salah satunya disebutkan seorang Malaysia, pacar dari perempuan warga Indonesia bernama Siti Aishah (juga ditulis Siti Aisyah), dan seorang perempuan Vietnam.

Foto yang diambil dari video kamera pemantau bandara menunjukkan seorang perempuan yang dicurigai sebagai satu dari dua perempuan yang menyerang Kim Jong-nam dengan cairan kimia yang mengakibatkan kematiannya, di bandar udara Kuala Lumpur. Tidak jelas apakah yang ada di gambar itu adalah perempuan Vietnam atau Siti Aisyah yang berpaspor Indonesia. Bahkan, gambar itu sendiri pun sudah tidak jelas atau resolusinya begitu rendah, sehingga upaya untuk mengidentifikasi perempuan itu nyaris mustahil.

Yang jelas, entah apa sebabnya, kaos serupa mendadak jadi pembicaraan di Cina. Surat kabar Hong Kong, South China Morning Post melaporkan, kaos itu dijual di situs Taobao dengan tulisan “T-shirt yang sama yang dikenakan oleh mata-mata perempuan Korea Utara ,” namun kemudian dicabut setelah beredar luas di internet.

Apple Daily memberitakan penawaran di Taobao yang menyertakan gambar beresolusi rendah itu. Tak ada foto kaos yang dijual, tak ada juga rincian lebih jauh. Tapi kami tahu bahwa kaos itu tersedia dalam berbagai ukuran. Dalam perbincangan di situs Sina Weibo -Twitter Cina- para pengguna media sosial Cina berdebat tentang apakah penjualan kaos itu merupakan upaya untuk mendulang rezeki dari suatu peristiwa dan berita yang menghebohkan. (Foto: EPA)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: