Festival Shalawat Nusantara Akan Digelar

Lomba berjenjang untuk memperebutkan piala Presiden Joko Widodo.
, Majalah Kartini | 19/02/2018 - 08:06

MajalahKartini.co.id – Shalawat atau pujian dan doa kepada Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu pilar panting dalam ajaran Islam. Hampir semua ritual dalam Islam dihiasi dengan bacaan shalawat. Ekspresi kecintaan umat kepada Nabi Muhammad SAW menemukan bentuknya dalam akar budaya masyarakat Indonesia, yaitu berupa puji-pujian, syair dan alunan yang menjadi tradisi lisan masyarakat Indonesia.

Hampir semua budaya di lndonesia memiliki syair dan tradisi shalawatannya sendiri. Karena itu, Festival Shalawat Nusantara menjadi ekspresi cinta muslim nusantara, yang akan digelar pada Oktober dan berakhir pada Desember 2018.

“Nantinya untuk acara final akan digelar di Gelora Bung Karno Desember 2018, bertempatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,” kata Nusron Wahid, selaku inisiator acara sekaligus Ketua Panitia Pengarah Festival Sholawat Nusantara, Jakarta, Rabu (21/02).

Acara Festival Sholawat Nusantara sendiri adalah lomba berjenjang untuk memperebutkan piala Presiden Joko Widodo. Lomba akan diikuti oleh beragam kelompok pengajian, pesantren, mahasiswa dan pelajar bahkan sampai pengajian kantor, BUMN, dan berbagai majelis keagamaan di masyarakat. Lomba akan dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. “Kami mulai menyelenggarakan lomba antar Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, sampai tingkat nasional,” tambahnya.

Festival ini digelar sebagai inisiatif untuk lebih mengedepankan ajaran Islam yang damai dan menumbuhkan kecintaan pada Nabi Muhammad SAW. “Mengingatkan kembali ruh ajaran Islam untuk meneladani akhlak Rasullah. Shalawat sebagai bentuk ekspresi cinta umat kepada Nabi merupakan salah satu cara untuk memberikan nuansa Islam yang sejuk,” ujar ketua panitia acara Habib Sholeh.

Untuk pembukaan acara ini akan digelar sebuah perhelatan yang menggambarkan kekayaan tradisi shalawat. Acara yang dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB, 24 Februari nanti akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo, sekaligus menandakan dimulainya Festival Shalawat Nusantara. “Kehadiran Presiden dalam acara ini menunjukan komitmen pemerintah untuk menjadikan semangat beragama sebagai bagian dari tradisi masyarakat kita. Sekaligus memperkenalkan kembali kekayaan tradisi lisan dalam masyarakat Islam nusantara,” ujar Habib.

Sedangkan acara lombanya sendiri akan dimulai di seluruh lndonbesia pada awal Maret 2018. Puncak acara sekaligus final akan dilaksanakan bertepatan dengan hari Santri. “Harus diakui, tradisi shalawat tidak dapat dipisahkan dari tradisi pesantren,” ujarnya.

Acara ini terlaksana atas kerjasama beberapa lembaga seperti Lazisma, PP IPNU, Jemaah Zikir Yaqowiyy, lkhawanul Mubalighin, dan PP RMI NU. “Kesemua lembaga ini memang yang selama ini menjadikan tradisi shalawat sebagai bagian dari nafas perjuangannya. Jadi ini adalah kerja besar dan kerja bersama untuk tujuan manggaungkan kecintaan kita kepada sang Nabi,” tutup Habib Sholeh.(Foto : Ilustrasi)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: