Dukung Generasi Berkualitas, Tingkatkan Prevalensi KB Indonesia

Banyak langkah telah dilakukan untuk membantu kesuksesan program pencegahan HIV-AIDS di Indonesia.
, Majalah Kartini | 23/01/2017 - 12:23

Dukung Generasi Berkualitas Tingkatkan Prevalensi KB Indonesia

MajalahKartini.co.id – GM Reproductive Health & Contraceptive Business Unit DKT Indonesia, Aditya A. Putra mengungkapkan, selama 20 tahun ini, DKT Indonesia telah sukses mendorong jutaan pasangan di Indonesia untuk menciptakan generasi masa depan Keluarga Indonesia yang berkualitas serta terpercaya melalui Kontrasepsi Andalan. “Saat ini, kami telah berhasil berkontribusi sebanyak 18% terhadap angka prevelansi KB di Indonesia,” ujarnya dalam acara press conference 20 Tahun DKT Indonesia “Sehat Indonesiaku, Sejahtera Negeriku” di Jakarta, Kamis (19/1).

Pierre Frederick, Deputy GM Condom Business Unit PT. DKT International menambahkan, banyak langkah telah dilakukan demi membantu kesuksesan program pencegahan HIV-AIDS di antaranya dengan menyediakan berbagai pilihan kondom yang terjangkau melalui untuk semua kalangan. “Selain itu kami selalu menekankan pentingnya tiga langkah pendekatan: Tahan Diri (dengan tidak melakukan seks sebelum menikah/abstinence), Tetap Setia (bersikap setia/loyal dengan pasangan Anda) dan Main Aman (menggunakan kondom di saat melakukan hubungan seksual),” jelas Pierre. Sebagai pelopor social marketing di Indonesia, pihaknya berharap digital platform ini dapat terus meningkatkan kesadaran masyarakat dan mengubah perilaku menjadi lebih sehat sehingga dapat mewujudkan Indonesia sehat dan sejahtera.

Selain berkontribusi 18% terhadap angka prevelansi KB di Indonesia, Dkt Indonesia juga mencapai hal berikut: Jumlah kumulatif CYP 20 tahun (1996-2016): 76 juta CYP; Menjangkau lebih dari 50.000 bidan melalui kegiatan capacity building; Memberikan kemudahan dan keterjangkauan kondom untuk kalangan menengah ke bawah; Membantu peningkatan akses kontrasepsi khususnya kontrasepsi mandiri; Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya HIV-AIDS melalui berbagai kegiatan sosialisasi di media, serta distribusi materi komunikasi di berbagai daerah di Indonesia.

Lebih lanjut Pierre memaparkan data World Population Data Sheet 2016 & Indonesia Demographic Health Survey 2012 menunjukkan bahwa Indonesia negara penduduk terbesar ke empat di dunia dengan populasi sebesar 259,4 juta. Diperkirakan pada tahun 2050, mengalami lonjakan penduduk sebanyak 40% yaitu sekitar 360 juta orang. Total Fertility Rate (TFR) 2,6 kelahiran per perempuan, dengan Rural Fertility Rate mencapai 2,8 kelahiran per perempuan, 17 % lebih tinggi dari Urban Fertility Rate yang berkisar 2,4 kelahiran per perempuan. Angka kematian ibu melahirkan (AKI) masih tinggi 126 kasus per 100.000 orang dari target 102 kasus per 100.000 orang.

“Persentase perempuan menikah yang menggunakan kontrasepsi modern di Indonesia 62% lebih kecil dari target. MDGs 65%, dan 57,9% nya menggunakan modern contraceptive methods. Tujuh dari 10 akseptor KB menggunakan metode KB dari jalur swasta. Angka putus KB sebanyak 27% dalam jangka waktu 12 bulan penggunaan, dan 13% beralih ke metode KB lain. Unmet need KB 11% dari batas unmet need 7%,” papar Pierre.

Sementara itu, jumlah infeksi HIV yang dilaporkan menurut tahun 1987 sampai dengan Juni 2016 adalah 208.920 jiwa jumlah AIDS yang dilaporkan menurut tahun 1987 sampai dengan Juni 2016 sebanyak 82.556 jiwa. Persentase kumulatif AIDS yang dilaporkan tahun 1987 sampai dengan Juni 2016 dan data Ditjend P2PL, Kementerian Kesehatan RI Triwulan II, 2016 sebagai berikut. Persentase kumulatif AIDS berdasarkan jenis kelamin: laki-laki 56%, Perempuan 32%, Tidak melaporkan 12%. Jumlah AIDS berdasarkan usia yakni usia 20 – 29 tahun sebanyak 25.933 (31,4%), usia 30-39 tahun sebanyak 25.044 (30.3%), usia 40-49 tahun adalah 10.412 (12,6%), sedangkan lain-lain adalah 11.307 (13,7%).

Persentase infeksi HIV berdasarkan Risiko adalah Heteroseksual 67,6 %, tak diketahui 14,1%, Penasun 10,9%, LSL 3,3%. Provinsi dengan jumlah HIV terbanyak yakni: DKI Jakarta 41.891, Jawa Timur 27.575, Papua 22.429, Jawa Barat 20.008, dan Jawa Tengah 14.690. Jumlah kumulatif AIDS berdasarkan Pekerjaan: tidak diketahui 22.852, Ibu Rumah Tangga 11.655, Wiraswasta 10.565, Karyawan 10.488.(Foto: Andim)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: