Di Kafe Ini Pria Wajib Bayar Makanan Lebih Mahal

Di kafe ini ada tiga peraturan dasar yang harus ditaati oleh para pelanggan laki-laki, salah satunya adalah dengan membayar makanannya lebih mahal.
, Majalah Kartini | 11/08/2017 - 16:08

Di Restoran Ini Pria Wajib Bayar Makanan Lebih Mahal

MajalahKartini.co.id –  Perihal jarak yang terjadi di antara gender laki-laki dan wanita, bisa dibilang sudah sangat mengakar dalam budaya serta gaya hidup masyarakat dunia.

Gap yang terjadi antara kaum Adam dan kaum Hawa ini, sejatinya memang terjadi dari mulai hal-hal kecil hingga sesuatu yang besar seperti upah minimum standar pegawai pekerja, hingga posisi jabatan pekerjaan di dunia bekerja.

Walau kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi sayangnya tidak semua orang paham akan gender gap tersebut. Upaya untuk meningkatkan kepedulian soal gender gap, khususnya pada sektor minimim wage atau upah minimum pegawai inilah yang sedang dilakoni oleh kafe di Australia, Handsome Her.

Sebagaimana diwarta Thedailymeal, Kamis (10/8/2017) diberitakan bahwa kafe ini menetapkan sederet peraturan yang bisa dibilang unik. Dijelaskan lebih detail, ada tiga peraturan dasar yang harus ditaati oleh para pelanggan laki-laki.

Di Restoran Ini Pria Wajib Bayar Makanan Lebih Mahal 2

Peraturan yang pertama adalah, di kafe Handsome Her tersebut para pelanggan wanita memiliki prioritas lebih untuk bisa mendapatkan tempat duduk. Kemudian peraturan yang kedua adalah, para pelanggan pria akan diberikan tax atau pajak tambahan sekitar 18 persen, lalu peraturan terakhir ialah para pelanggan pria dan pelanggan wanita harus saling menghormati satu sama lain.

Sang pemilik cafe, Alex O’Brien mengungkapkan bahwasanya peraturan yang ia terapkan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kepedulian dan kepekaan masyarakat setempat, sehingga pembicaraan atau interaksi soal adanya ketimpangan upah minimum pegawai wanita dan upah minimum pegawai laki-laki di Australia bisa terjadi di kalangan masyarakat.

Disebutkan lebih jauh, untuk uang yang terkumpul dari pajak tambahan 18 persen yang dibayarkan oleh para pelanggan pria tersebut, menurut keterangan dari Alex akan disumbangkan untuk program pelayanan kaum wanita yang membutuhkan.

Lebih lanjut Alex juga menjelaskan, bahwa penambahan pajak sebesar 18 persen pada konsumen pria tersebut sebenarnya adalah optional alias keputusan terakhir ada di konsumen, entah bersedia untuk membayarkannya atau bisa juga menolak. Alex mengaku ia tidak akan memaksa konsumen yang tidak mau membayar pajak tambahan 18 persen tersebut.

Menariknya, masih menurut keterangan Alex sejauh ini para pelanggan pria yang datang ke kafenya tersebut tidak ada satupun yang menolak menjalankan peraturan soal pajak tambahan tersebut. Bahkan dalam sebuah status yang diunggah oleh akun Facebook resmi Handsome Her, diceritakan bahwa baru- baru ini ada beberapa pelanggan pria yang sedang melakukan traveling atau perjalanan kemudian mampir berkunjung ke kafe, dan tidak keberatan untuk membayarkan pajak tambahan tersebut bahkan juga tidak lupa memasukkan uang ekstra di kaleng toples bertuliskan label donasi.

Sementara itu, walau cafe Handsome Her ini sendiri baru saja beroperasi selama kurang dari satu minggu. Namun Alex yakin, bahwasanya cafe “gender gap” nya ini akan setidaknya bisa sukses untuk meningkatkan kepedulian soal terjadinya jarak ketimpangan upah yang terjadi di antara pegawai wanita dan pegawI laki-laki. Meskipun, ada beberapa netizen di Twitter yang cukup skeptis menyebutkan bahwa usaha cafe “gender gap” Alex ini entah bisa sukses melesat dalam waktu singkat ataupun akan bangkrut dalam sekejap. (Foto: thedailymeal)

Tags: , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: