Bulan Menanam Nasional, DWP Pusat Tanam Bibit Mangrove

Membantu mewujudkan program pemerintah dalam menjaga lingkungan hidup. 
, Majalah Kartini | 22/11/2017 - 09:36

MajalahKartini.co.id – Dalam rangka HUT ke-18 Dharma Wanita Persatuan (DWP) 2017 dan Bulan Menanam Nasional, DWP Pusat melaksanakan kegiatan tanam bibit mangrove di kawasan Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara, pagi ini Rabu (22/11). Seratusan anggota dan pengurus DWP pusat dan DWP Instansi Pemerintah Pusat (IPP) ikut terlibat dalam program penghijauan ini. Pada kesempatan ini, turut serta Ketua Umum DWP Wien Ritola Tasmaya.

Ketua Panitia Pelaksana Ambar Bambang menyampaikan laporan bahwa kegiatan ini merupakan progam kerja bidang sosial budaya yang rutin dilakukan setiap 28 November. “Pidato dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya menghimbau kepada setiap orang dapat menanam setidaknya 25 pohon seumur hidupnya. Dan ini sebagai bukti nyata yang konkrit kita dalam melaksanakan program pemerintah,” jelas Ambar.

Bakti sosial ini melibatkan 60an pengurus DWP IPP, DWP pusat juga bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Hutan juga Taman Wisata Alam Angke Kapuk.

Dalam sambutannya Wien Ritola Tasmaya mengaku bangga bisa bersilaturahmi, semangat dalam kebersamaan, dan semangat dalam membangun organisasi yang kuat, program hari ini diharapkan memberi manfaat besar bagi kelestarian lingkungan dan generasi masa depan. “Kita punya tempat yang luar biasa yang menjadi tempat wisata, ini harus kita jaga dengan baik,” ujarnya.

Langkah positif ini menjadi bukti kepedulian DWP dalam memberikan kontribusi pada pembangunan bangsa dengan meningkatkan awareness kepada alam kita. “Kita tidak boleh berhenti. Pesan Ibu Menteri kita berupaya untuk menindaklanjuti program pemerintah dengan sebaik-baiknya,” lanjut Wien.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Indonesia mempunyai banyak pantai, dengan demikian pantai tersebut membutuhkan penanaman mangrove untuk mencegah terjadinya erosi dan abrasi. “Pernah ada kejadian di Jakarta terjadi abrasi dan penduduk terkena imbasnya, nah inilah manfaat dari mangrove ini agar kita terlindungi dari abrasi,” lanjutnya.

Menurutnya, mangrove memiliki tiga manfaat yaitu pertama manfaat dari aspek fisik dapat mencegah erosi dan abrasi akibat ombak laut yang menerjang. Kedua, memiliki fungsi sosial budaya dimana lingkungan ini kental dengan wisata sehingga pemerintah membangun daerah dari sisi keindahan alamnya. “Di Jakarta tidak semua panas dan gersang tapi ada juga tempat bagus,” ujarnya.

Selain itu, di balik hijaunya mangrove dan manfaatnya yang sangat berarti bagi lingkungan, ternyata juga memiliki manfaat ekonomi. Belum banyak masyarakat yang tahu bahwa mangrove bisa diolah menjadi minuman berupa sirup, selai dan tepung. Kemudian hutan-hutan yang tampak alami juga menjadi rumah bagi ratusan binatang seperti biawak, kura-kura, unggas atau burung, monyet dan jenis binatang lainnyan. Di sini mereka hidup dengan baik dan terpelihara.

“Memang program kita sangat konprehensif semua bidang aspek kehidupan. Sekecil apapun kontribusi kita terhadap alam itu dampaknya luar biasa,” tutupnya.(Foto : Andim)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: