Benarkah Lelaki Playboy Cenderung Alami Masalah Mental?

Laki-laki playboy atau seksis rentan menghadapi dampak negatif seperti stress, depresi, terlalu cemas, penyalahgunaan zat terlarang, dan citra tubuh yang buruk.
, Majalah Kartini | 26/11/2016 - 07:00

MajalahKartini.co.id – Laki-laki yang merasa dirinya berkuasa atas perempuan atau sering berperilaku playboy cenderung memiliki masalah psikologis daripada yang menghargai lawan jenis. Temuan ini berdasarkan penelitian American Psychological Association yang dilansir 21 November 2016.

Temuan ini dirangkum dari 78 riset yang melibatkan 20.000 laki-laki yang didominasi kulit putih tetapi juga melibatkan kelompok Afrika dan Asia. Peneliti mengukur peserta dengan menggunakan 11 norma yang mencerminkan perilaku maskulinitas kuno. Lalu, peneliti mencari aspek positif dan negatif kesehatan mental objek.

Seperti yang dilansir dari laman Huffington Post, sebelas norma yang menjadi ukuran adalah keinginan menang, membutuhkan kontrol emosi, mengambil risiko. kekerasan, dominasi, berorientasi pad ahubungan sosial, mandiri, mempentingkan pekerjaan, berkuasa atas perempuan, menghina homoseksual, dan mengejar status. Semakin banyak laki-laki yang mempunyai 11 aspek tersebut, menghasilkan dampak negatif seperti stress, depresi, terlalu cemas, penyalahgunaan zat terlarang, dan citra tubuh yang buruk.

“Seksisme ternyata tak hanya berbahaya bagi orang lain tetapi juga diri sendiri,” kata Kepala Peneliti Universitas Indiana di Bloomingtoon, Amerika Serikat, yang juga psikolog, Joel Wong, Kamis, (24/11). Parahnya lagi, laki-laki yang seksis atau playboy jarang meminta bantuan tenaga profesional untuk mengatasi masalah kejiwaaanya.

Namun tak semua perilaku maskulin berisiko beruk terhadap kesehatan mental. Mengutamakan pekerjaan dan berani mengambil risiko masih mempunyai dampak positif bagi kejiwaan. Sayangnya, kekurangan penelitian ini tidak menelaah lebih lanjut hubungan aspek maskulin dengan ras, tingkat pendidikan, afiliasi politik, dan pengaruh budaya. Karena itulah, penelitian ini perlu telusuri lebih lanjut, khususnya mengenai seksime dan perilaku play boy terhadap kemenangan Donald Trump sebagai Presiden Amerika. (Ndari Sudjianto/Foto: Shutterstock)

 

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: