Bekraf Luncurkan 9 Buku Panduan Pendirian Usaha

Sebagai upaya memberikan pendampingan kepada calon wirausaha, buku panduan ini disusun secara spesifik berdasarkan minat.
, Majalah Kartini | 01/08/2017 - 16:01

Bekraf-Luncurkan-9-Buku-Panduan-Pendirian-Usaha

MajalahKartini.co.id – Dalam rangka mendorong geliat usaha ekonomi kreatif di Indonesia, Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Bekraf) meluncurkan sembilan buku panduan pendirian usaha bagi para calon wirausaha yang ingin memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif. Buku di Royal Kuningan Hotel Jakarta, Senin (31/7).

Sebagai upaya memberikan pendampingan kepada calon wirausaha, sembilan judul buku panduan usaha bidang ekonomi kreatif ini disusun secara spesifik berdasarkan minat, seperti panduan pendirian usaha kriya batik, kriya perak, fashion muslim, kuliner soto, game digital, animasi, studio musik dan pengembangan aplikasi digital.

“Bekraf berupaya seoptimal mungkin dalam mendorong pengembangan usaha ekonomi kreatif. Salah satunya dengan mengupayakan penyusunan buku panduan pendirian usaha ekonomi kreatif,” kata Ricky Joseph Pesik, Wakil Kepala Bekraf dalam sambutannya.

Kegiatan ini merupakan hasil kerjasama antara Bekraf dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sudah sejak lama memberikan perhatian dalam pengembangan kewirausahaan. Buku panduan ini dibuat selengkap dan sesederhana mungkin. Mulai dari peluang usaha, permodalan, manajemen produksi dan SDM, keuangan dan pemasaran, hingga legalitas dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dikemas menjadi sebuah referensi yang mudah dimengerti dan diterapkan oleh siapapun yang ingin memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif.

Ir. Eddy Tri Haryanto MP, Kepala Pusat Pengembangan Kewirausahaan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), UNS mengatakan buku ini sebagai panduan untuk merubah mindset dalam membangun wirausaha. Buku panduan pendirian usaha persembahan Bekraf dan UNS ini disusun berdasarkan hasil studi, Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dengan melibatkan para akademisi, pakar dan pelaku yang selama ini sudah banyak bergelut dalam usaha ekonomi kreatif. Buku panduan ini cocok untuk dijadikan pegangan dalam pendirian dan pengelolaan usaha.

“Ini untuk calon pengusaha dan pemula. Bekraf membangun ekosiatem yang dimasukkan adalah budaya, sedangkan budaya ini berawal dari mindset. Kemudian mindset ini menjadi rencana kerja, setelah ada perubahan mindset barulah masyarakat akan melakukannya,” kata Eddy. Kelemehan masyarakat kita, lanjut Eddy adalah risiko. “Harapan kami buku ini jadi panduan untuk merubah mindset dan mau melakukan usaha,” imbuhnya.

Ari Juliano Gema, Diputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi Bekraf mengatakan, pemahaman yang baik terhadap perlindungan HKI dalam pengembangan wirausaha ekonomi kreatif pun tidak kalah penting. Perlindungan HKI merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan wirausaha ekonomi kreatif.

“Oleh karena itu sebelum memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif, para pelaku ekonomi kreatif perlu meningkatkan pemahaman terlebih dahulu terhadap HKI ini. Pada hakikatnya HKI-lah yang membedakan ekonomi kreatif dengan ekonomi komoditas,” kata Ari.

Munculnya pelaku wirausaha baru dapat memberikan energi bagi pertumbuhan ekonomi, mulai dari terbukanya akses lapangan kerja baru, meningkatnya daya saing pasar dan tentunya memberi kesempatan bagi produk lokal untuk tumbuh. Untuk itu, akses terhadap informasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan tumbuhnya usaha-usaha baru tersebut.

Diperlukan sebuah sinergi dari berbagai pihak untuk membentuk ekosistem yang mampu mendorong para calon wirausaha untuk memulai usaha mereka. Melalui buku panduan ini, Bekraf mengharapkan masyarakat dapat memiliki kemudahan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan, khususnya seputar pendirian usaha bidang ekonomi kreatif.

Bekraf tidak hanya menyediakan buku panduan ini dalam bentuk buku cetak, tetapi juga dalam format buku elektronik atau e-book dan sudah dapat diakses melalui www.bekraf.go.id. Dengan e-book ini, diharapkan akan semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses buku panduan ini dimanapun dan kapanpun. (Foto : Andim)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: