Adinia Wirasti Lakukan Kebiasaan Asing Saat Menjadi Saudara ‘Kartini’

Selama masa persiapan, Adinia Wirasti pakai jarit setiap hari.
, Majalah Kartini | 05/04/2017 - 09:35

Adinia Wirasti Lakukan Kebiasaan Asing Saat Menjadi Saudara 'Kartini'

MajalahKartini.co.id – Mengawali karier di dunia film lewat perannya sebagai Karmen dalam film Ada Apa Dengan Cinta?, Adinia Wirasti terus melaju menjadi salah satu aktris papan atas Indonesia. Kematangan akting Asti, panggilan akrabnya, juga dibuktikan lewat prestasinya meraih dua Piala Citra: pertama sebagai Pemeran Pendukung Wanita Terbaik di film Tentang Dia (2005), lalu sebagai Pemeran Utama Wanita Terbaik di film Laura & Marsha(2013).

Kini Asti ikut berpartisipasi dalam film Kartini sebagai Soelastri, kakak tiri Kartini, yang mempunyai peran penting dalam menentukan arah langkah hidup Kartini. “Bagaimana memerankan Soelastri? Ya banyak ngobrol dengan mas Hanung dan Dian, bagaimana gagasan mereka tentang Kartini itu seperti apa, lalu saya tinggal menariknya ke tokoh Soelastri yang saya perankan. Tapi kita tidak bisa sembarangan seperti mengarang bebas karena bagaimanapun tokoh ini nyata, dulu pernah ada. Selain itu, i. Karena itu memberikan rasa yang berbeda,” ujar Adinia Wirasti.

Peran Soelastri sendiri cukup menantang buat Asti, terlebih mengingat sedikitnya referensi yang bisa didapatkan mengenai tokoh ini. “Tantangannya yaitu membuat kebiasaan seperti tidak biasanya, melakukan kebiasaan yang asing buat saya pribadi. Kebiasaan-kebiasaan yang harus dipikirkan dulu karena jangan sampai salah karena belum tentu kebiasaan itu ada pada masa itu. Harus selalu berkomunikasi dengan orang-orang yang lebih banyak melihat contoh-contoh foto, gambar. Namun demikian, foto Soelastri juga hanya ada dua atau tiga foto,” tambahnya.

Selain itu, cara bertutur Soelastri juga menjadi catatan tersendiri buat Asti. “Aksen Jawa itu tidak bisa dibuat-buat. Njawani itu dari dalam, jadi kalau sudah dari dalam otomatis medoknya keluar, otomatis cengkoknya keluar. Harus mengerti esensi menjadi Jawa itu apa, cara berjalan orang Jawa itu apa. Bilang iya seperti orang Jawa dan bilang enggak seperti orang Jawa itu beda dengan orang Sumatera yang bilang iya atau enggak. Itu yang harus dimengerti,” ucap Asti.

Setelah menjalani proses panjang syuting Kartini, Asti mempunyai kesan tersendiri terhadap pahlawan perempuan ikonik Indonesia ini. “Kartini menjadi pahlawan karena berkat Kartini hidup kita sebagai perempuan sekarang ini jauh lebih mudah. Kita bisa menyuarakan apa yang kita pikirkan, kita bisa berkarya. Pilihan perempuan menjadi lebih banyak, mau berkarya atau berkarya sambil menjadi ibu rumah tangga misalnya. Buat saya, itulah highlight dari Kartini. Kartini dan saudara-saudara perempuannya telah memberi jalan terang bagi perempuan-perempuan,” kata Adinia Wirasti.

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: