Rangkaian Acara Jogja International Batik Biennale 2016

Tujuan akhir yang ingin diraih adalah muculnya kesadaran publik akan nilai keluhuran batik Yogyakarta.
, Majalah Kartini | 13/10/2016 - 07:00

MajalahKartini.co.id – Perhelatan perdana Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2016 di Jogja Expo Center Banguntapan Bantul, Yogyakarta, Rabu (12/10) dengan tema “Tradition for Inovation” akan digelar berbagai rangkaian acara.

Selain ajang pameran yang digelar Jogja Expo Center dan fashion show, International Symposium of Jogja World Batik City, juga akan digelar di Royal Ambarrukmo Hotel pada Kamis (13/10). Sedang Imogiri Bantul, dipilih sebagai lokasi workshop dari 200 peserta yang berasal dari pemerhati batik nasional maupun internasional pada Sabtu (15/10).

“JIBB merupakan hajatan bersama antar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yakni Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, dan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, termasuk Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) DI Yogyakarta, juga masyarakat batik Yogyakarta,” kata Didik Purwadi, Ketua penyelenggara JIBB, yang juga menjabat selaku Asisten Sekretaris Daerah Bidang Keistimewaan.

Dalam International Symposium of Jogja World Batik City, GBRay Paku Alam akan berbicara tentang dokumen sumber-sumber kreasi batik Puro Pakualaman, “Revealing the Untold: Manuscripts Source of Inspiration for Puro Pakualaman Batik Creations”.

Beberapa pembicara internasional juga akan ikut membedah keunikan batik Yogyakarta sekaligus memaparkan beberapa teknik membatik yang sama dari beberapa negara. Mereka antara lain, President, Society Atelier Sarawak, Edric Ong (Malaysia), Tatyana Agababaeva, seniman batik dari Azerbaijan, anggota pecinta batik Kronberg Germany, Annegret Haake.

Pada sesi berikutnya, tampil pembicara Prof Dr Rahadi Ramelan,The Chairman of Expert Council, Indonesian Batik Foundation (Indonesia), Surapee Rojanavongse, Former President, World Craft Council-Asia Pacific Regional (2009–2012) (Thailand), Y.M. Raja Datin Paduka Fuziah binti Raja Tun Uda, WCC Honorary Member/Advisor (Malaysia), Agus Ismoyo dan Nia Flaim, seniman batik asal Brahma Tirta Sari (Indonesia/USA), serta Dr Min-Chin Kay Chiang, pengajar di Institute of Architecture and Cultural Heritage sekaligus Direktur Pusat Pembelajaran di Taipei National University of the Arts (Taiwan).

Rangkaian acara Jogja International Batik Biennale 2016, tetap mengacu pada 7 kriteria penilaian World Craft Council (WCC) atas Jogja sebagai Kota Batik Dunia yakni  Public Lectures pada tanggal 12 oktober 2016. Batik Exhibition akan berlangsung di JEC pada tanggal 12-16 oktober, Batik Symposium, yang akan berlangsung pada tanggal 13 oktober 2016 di Royal Ambarrukmo Hotel, Batik Workshop Day, Akan diadakan di Imogiri pada tanggal 15 oktober 2016, Batik Competition, Batik Fashion Show, Berlangsung di Imogiri pada tanggal 15 oktober 2016, serta World Heritage Tour, pada tanggal 14 oktober 2016.

Selain gaung dari pergelaran dua tahunan tersebut, tujuan akhir yang ingin dituju adalah muculnya kesadaran publik akan nilai keluhuran batik Yogyakarta. “Kita tidak bicara semata-mata pada hasil jadi, tetapi pada prosesnya. Bagaimana rantai ekonomi tercipta dari sebatang canting, hingga kompetisi yang bisa saja menggerus kehadiran para pembatik tradisonal,” terang Didik Purwadi. (Foto: Andim)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: