Pesan untuk Para Kartini Muda di Hari Kartini

Bangsa Indonesia khususnya kaum perempuan bukan hanya harus memiliki jiwa mandiri tetapi juga berkarya.
, Majalah Kartini | 21/04/2018 - 14:00

MajalahKartini.co.id – Kisah Kartini pasti sangat melekat pada kaum perempuan di Indonesia. R.A Kartini pernah menuliskan cerita tentang perempuan di masa lalu yang berbunyi “Orang mencoba kami, bahwa tidak kawin itu bukan hanya aib, melainkan dosa besar pula. Telah berulang kali itu dikatakan kepada kami. Aduhai! Dengan menghina sekali orang sering kali membicarakan perempuan yang membujang!”.

Sepenggal kalimat tersebut adalah kisah yang diterjemahkan oleh Sulastin Sutrisno dari cerita RA Kartini. Pada zaman yang lalu itu mungkin tetap terlihat sama pada zaman sekarang. Perkawinan menjadi standar bagi kehidupan seorang perempuan. Mirisnya pada tahun lalu perempuan yang kawin bukan karena kehendak sendiri melainkan tuntutan budaya.

Council of Foreign Relations mencatat bahwa Indonesia menempati urutan ketujuh dengan angka absolut pengantin anak tertinggi di dunia; dan tertinggi kedua di ASEAN setelah Kamboja. Tidak hanya data itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) juga telah melakukan riset.

Riset yang dilakukan PPPA menyebutkan bahwa 94,72% perempuan usia 20 – 24 tahun berstatus pernah kawin yang melakukan perkawinan di bawah usia 18 tahun putus sekolah, sementara yang masih bersekolah hanya sebesar 4,38%.

Melihat riset tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise melalui Hari Kartini ingin menyuarakan tentang stop perkawinan anak. “Saya berharap kaum perempuan muda Indonesia mampu menentukan masa depannya dengan mengutamakan pendidikan. Kalian lah para penerus estafet mimpi-mimpi R.A Kartini untuk memajukan bangsa,” ujar Yohana Yembise.

Bangsa Indonesia terkhususnya kaum perempuan memang diharapkan untuk bersatu dalam mewujudkan sesuatu yang baik terutama dalam dunia pendidikan yang harus diperjuangkan setinggi-tingginya. Kemajuan bangsa harus dijunjung oleh para Kartini muda untuk masa depan Indonesia yang semakin baik.

“Mari kita stop perkawinan anak, kaum perempuan mampu berdiri di kaki sendiri dan menentukan masa depannya sendiri. Jangan pernah berhenti berkarya kaum perempuan Indonesia.”, tambah Menteri Yohana Yembise.

Tags:

BAGIKAN HALAMAN INI: