YLKI Desak Biro Umrah Kembalikan Paspor Jamaah Gagal Berangkat

Tidak hanya paspor yang ditahan pihak biro umrah yang ‘nakal’, sebagian dana calon jamaah juga dipotong
, Majalah Kartini | 14/06/2017 - 13:02

YLKI Desak Biro Umrah Kembalikan Paspor Jamaah Gagal Berangkat

MajalahKartini.co.id – Sejak 6 Juni 2017, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menerima 6.778 pengaduan calon jamaah umrah dari 6 (enam) biro umrah. Pengaduan yang paling dominan adalah calon jamaah belum atau tidak diberangkatkan oleh biro umroh yang ‘nakal’.

Menurut keterangan terutulis yang diterima majalahkartini.co.id, Selasa (13/6), Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan, Calon jamaah itu akhirnya patah arang dan kemudian ingin membatalkan atau me-refund biaya yang telah dibayarkan “Ironisnya, proses refund ternyata sangat dipersulit, karena diperlukan waktu 3-4 bulan dana calon jamaah baru bisa dicairkan,” kata dia.

Bahkan, kata dia, sebagian dana calon jamaah juga dipotong. Jumlah pemotongannya bervariasi. Bahkan ada yang mencapai 50 persen. Tulus menilai, hal tersebut melanggar kontrak perjanjian bahkan lebih parah paspor para jamah pun ditahan. “Ini sangat tidak adil dan melanggar kontrak perjanjian! Selain itu, yang sangat konsumen keberatan adalah ditahannya paspor calon jamaah,” ucap Tulus.

Padahal, tutur Tulus lagi, paspor akan digunakan oleh calon jamaah untuk perjalanan dinas keluar negeri dan atau untuk mendaftar ke biro umroh lain yang lebih kredibel. “Oleh karena itu, YLKI mendesak biro umroh untuk segera menyerahkan paspor milik calon jamaah yang menyatakan cancel/refund,” ujar dia.

Pasalnya, Biro umroh tidak berhak menahan paspor, bahkan bisa diproses secara hukum, jika paspor tetap ditahan tanpa alasan yang jelas. “Biro umroh juga tidak berhak memotong dana calon jamaah dengan alasan apapun, karena toh biro umrah belum/tidak memberikan prestasi apapun kepada calon jamaahnya,” tambah Tulus.

Diberitakan sebelumnya, YLKI merilis 6 biro umrah yang paling banyak diadukan ke YLKI, setelah berita itu beredar, bermunculanlah pengaduan serupa dari biro umrah lain, yang tak kalah banyaknya. “Ini menunjukkan calon umrah yang bermasalah seperti gunung es,” ucap Tulus.

Perlu diketahui, 6 (enam) biro umroh yang paling banyak pengaduan, yakni: First Travel 3.825 pengaduan, Hannien Tour 1.821 pengaduan, Kafilah Rindu Kabah 954 pengaduan, Komunitas Jalan Lurus 122 pengaduan, Basmalah Tour and Travel 33 pengaduan, Zabran dan Mila Tour 24 pengaduan.

YLKI juga memprotes keras Menteri Agama atau Kementerian Agama yang tidak melakukan tindakan signifikan atas sengkarut masalah umrah ini. Menurut Tulus, tidak cukup bagi Kemenag hanya dengan melakukan imbauan (mediasi kasus per kasus), terhadap biro umrah nakal.

“Seharusnya kemenag langsung memberikan sanksi tegas dan atau melakukan review regulasi yang memang sangat lemah dan tidak berpihak pada jamaah. Kemenag hanya melakukan tindakan lip service, formalistik, tanpa melakukan tindakan mendasar dari sisi hulu,” kata Tulus. (foto: istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: