Tim Advokasi: Kembalikan Merri Utami ke Lapas Tangerang

Penempatan Merri Utami di sel isolasi di Lapas Perempuan Cilacap selama hampir dua bulan ini adalah bentuk penghukuman yang tidak manusiawi.
, Majalah Kartini | 21/09/2016 - 22:00

MajalahKartini.co.id – Sejak eksekusinya ditangguhkan tanggal 29 Juli 2016, Merri Utami masih mendekam di dalam sel isolasi di Lapas Perempuan Cilacap, hingga hari ini Rabu (21/9). Selama hampir dua bulan, Merri Utami tidak diperkenankan keluar dari sel isolasi, kecuali untuk urusan ibadah yang durasinya hanya 2×1 jam per minggu.

Pascapenangguhan eksekusinya, Merri Utami masih dilanda trauma psikologis yang berkepanjangan dan tidak tertangani, menjadikan kondisi penghukumannya kian kejam dan merendahkan martabat manusia. Sampai hari ini, Kejaksaan Agung tidak pernah memberikan penjelasan mengapa Merri Utami harus dititipkan di Lapas Wanita Cilacap, dan tidak langsung dikembalikan ke Lapas Wanita Tangerang.

Tim Advokasi Merri Utami (TAMU) mendesak Kejaksaan Agung untuk segera mengembalikan Merri Utami ke Lapas Wanita Tangerang. Diamnya Kejaksaan Agung untuk tidak memindahkan Merri Utami adalah bentuk pengabaian terhadap hak asasi manusia dan hak terpidana, serta bentuk cuci tangan dari tanggung jawabnya. Nampak bahwa Kejaksaan Agung hanya ingin melakukan eksekusi mati saja, tetapi tidak siap dengan konsekuensi penangguhan, dan justru menunjukkan bahwa administrasi eksekusi mati jilid tiga kemarin berjalan berantakan.

Tim Advokasi Merri Utami (TAMU) beranggotakan yakni LBH Masyarakat Migrant Care, KABARBUMI, Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI), Solidaritas Perempuan, Garda BMI, Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI), Jaringan Peduli Migran, Keuskupan Agung Jakarta (JPM-KAJ) dan Jaringan Buruh Migran (JBM). (Foto: Solidaritas Perempuan)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: