Surya Paloh: Perbedaan Adalah Hal yang Biasa Dalam Masyarakat

Kegiatan ‘Kita Indonesia’ dinilai tidak mengandung unsur politik
, Majalah Kartini | 05/12/2016 - 12:30

surya-paloh

MajalahKartini.co.id – Di atas panggung acara Kita Indonesia yang di gelar di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (4/12) Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh mengajak semua pihak memberikan semangat kepada pemerintah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Surya Paloh mengatakan perbedaan adalah hal yang biasa dalam masyarakat dan pemerintahan, tetapi persatuan dan kesatuan harus dijaga

. “Semangat dan prinsip ideologi Pancasila harus dijadikan pandangan hidup dan menjadi dasar negara, sekaligus alat pemersatu. Untuk itulah boleh saja kita berbeda dalam banyak hal, pikiran satu sama lain, tapi saya yakin dan percaya kalau kita mau bersatu, kita pasti bisa,” kata Surya di depan ribuan peserta “Kita Indonesia”.

Menurutnya, tugas mempersatukan Indonesia terutama berada di tangan pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo-Jusuf Kalla. “Kita berikan kesempatan pemerintah Jokowi-JK untuk bekerja lebih keras lagi, dan konsisten untuk membawa pikiran dan perubahan,” kata Surya.

Berbagai elemen masyarakat dan partai politik berkumpul dalam kegiatan ini. Mulai dari petinggi parpol seperti Ketua Umum Golkar sekaligus Ketua DPR Setya Novanto, Ketua PPP hasil muktamar Jakarta Djan Faridz hingga Wakil Ketua MPR Oesman Sapta, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, dan aktivis parpol lainnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Icky Nanzel menjelaskan tujuan parade ini adalah mengawal rasa kebangsaan sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Bahwa kita beragam, kita Indonesia,” katanya.

Icky Nanzel menepis kegiatan ini bertendensi politik, meskipun dihadiri tiga partai politik, yaitu Partai Golkar, Partai Nasdem dan Partai Persatuan Indonesia (PPP) pada hari bebas kendaraan bermotor itu. “Ini hanya mengeluarkan rasa senang dan gembira, semua bercampur baur,” katanya.

Dirinya juga mengungkapkan parade ini juga turut dihadiri dari perwakilan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), Majelis Tinggi Keagamaan Konghuchu, Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi), dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). (Foto: ANT FOTO/Yudhi Mahatma)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: