Sejumlah Akademisi Gugat MK Masukkan Pasal LGBT ke KUHP

Dalam gugatannya, para penggugat meminta agar MK menguji pasal 292 KUHP yang melarang seluruh aktivitas homoseksual tanpa membedakan batasan usia korban. Orang dewasa yang melakukan perbuatan cabul dengan orang lain sesama kelamin dapat diancam dengan pidana paling lama lima tahun.
, Majalah Kartini | 23/08/2016 - 15:30
MajalahKartini.co.id – Sejumlah akademisi meminta agar Mahkamah Konstitusi (MK) memasukkan aktivitas kaum lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT) diatur dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) karena bagian dari kejahatan seksual.
Gugatan tersebut diinisiasi oleh Guru Besar IPB Prof Dr Euis Sunarti, Rita Hendrawaty Soebagio SpPsi MSi, Dr Dinar Dewi Kania, Dr Sitaresmi Sulistyawati Soekanto, Nurul Hidayati Kusumahastuti Ubaya SS MA, Dr Sabriaty Aziz. Ada juga Fithra Faisal Hastiadi SE MA MSc PhD, Dr Tiar Anwar Bachtiar SS MHum, Sri Vira Chandra D SS MA, Qurrata Ayuni SH, Akmal ST MPdI dan Dhona El Furqon SHI MH.
Persidangan tersebut rupanya diikuti oleh sejumlah simpatisan yang antusias. Mereka tampak mengisi kursi-kursi yang telah disediakan dan menyaksikan secara langsung proses persidangan yang mendatangkan sejumlah saksi ahli seperti ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh melalui televisi di gedung MK.
Mereka yang dapat ke persidangan tersebut mengaku resah dan menolak keberadaan kaum LGBT di Indonesia. Meski menyadari bahwa pilihan menjadi LGBT adalah hak asasi setiap manusia, mereka mengatakan tetap harus ada koridor yang mengawasi aktivitas kaum tersebut. (Foto: Muhammad Meisa)

Tags: , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: