SBY Minta Agar Masyarakat Tidak Mudah Curiga pada Demonstran

SBY meminta seluruh pihak tidak mencurigai pertemuan politik yang dilakukan orang atau kelompok di luar kekuasaan.
, Majalah Kartini | 02/11/2016 - 21:00

sby-minta-jangan-gampang-menuduh-dan-curigai-demontrasi_crop_640x357

MajalahKartini.co.id – Mantan Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhyono ikut mengomentari terkait isu demonstrasi besar-besar pada tanggal 4 November 2016 yang dilakukan sejumlah ormas islam.

SBY meminta seluruh pihak tidak mencurigai pertemuan politik yang dilakukan orang atau kelompok di luar kekuasaan.

“Jangan kalau ada pertemuan politik yang di luar kekuasaan lantas dicurigai,” kata SBY dalam konferensi pers di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (02/11).

SBY juga menilai sepekan terakhir situasi politik di Indonesia sedang menghangat, bukan hanya di Jakarta tetapi dihampir seluruh tanah air.

Menurtunya intelejen harus akurat dalam menyikapi setiap situasi termasuk pertemuan politik, intelejen tidak boleh “ngawur” dan main tuduh.

SBY sendiri pun setuju dengan seruan para tokoh terkait demostrasi yang tidak anarkis. Baginya unjuk rasa pada era demokrasi adalah unjuk rasa damai dan tidak anarkis. “Saya tidak alergi dengan unjuk rasa, saya telah buktikan selama 10 tahun,” katanya.

Namun menurut SBY pada saat dirinya memimpin, intelejen tidak mudah melaporkan sesuatu yang tidak akurat. Dia pun mengatakan juga tidak mudah menuduh dan mencurigai ada orang-orang besar yang mendanai unjuk rasa.

“Kalau dikaitkan situasi sekarang, jika ada analisis intelijen seperti itu (menuduh) saya kira berbahaya. Berbahaya menuduh seseorang atau kalangan atau partai politik melakukan seperti itu (mendanai unjuk rasa). Itu fitnah, i tell you fitnah lebih kejam dari pembunuhan dan sekaligus itu penghinaan,” jelas SBY.

Aksi demonstrasi 4 November merupakan buntu dari sebuah penyataan Gubenur DKI Jakarta, Basuki Thaja Purnama atau Ahok yang dianggap telah menodai dan menistakan agama islam. Pada sebelumnya pihak Kepolisian masih mendalami kasus tersebut.

SBY menyarankan agar seluruh pihak menyerahkan sepenuhnya kepada penegakan hukum.

“Mari bertanya sebenarnya apa masalah yang kita hadapi ini, dan kenapa di seluruh tanah air rakyat melakukan protes dan unjuk rasa. Tidak mungkin tidak ada sebab, maka mari lihat dari sebab-akibat,” ujar dia.

Maka dari itu dia menilai tidak mungkin masyarakat akan melakukan aksi unjuk rasa untuk bersenang-senang atau berjalan-jalan ke Jakarta, akan tetapi pasti ada tuntutan yang tidak didengarkan.

“Kalau tuntutan rakyat sama sekali tidak didengar, sampai lebaran kuda tetap ada unjuk rasa. Mari bikin mudah urusan ini, jangan dipersulit. Mari kembali ke kuliah manajemen dan metode pemecahan persoalan, itu kuliah semester satu manajemen kepemimpinan,” ujarnya.(Foto : Istimewa)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: