Salah Satu Pengedar PCC Adalah Seorang Apoteker

Hingga saat ini, jumlah korban yang mengonsumsi obat sekitar 50 orang.
, Majalah Kartini | 15/09/2017 - 17:02

MajalahKartini.co.id – Polisi sudah menetapkan lima tersangka dalam kasus peredaran obat jenis PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol), Tramadol dan Somadril di Kendari, Sulawesi Tenggara. Penangkapan dilakukan oleh polisi yang membentuk tim gabungan yang terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sulawesi Tenggara, Direktorat Intelejen Keamanan, Direktorat Narkoba, dan Resimen Kendari.

Para tersangka berjenis kelamin perempuan, antara lain seorang apoteker berinisial WYKA (34), asisten apoteker AM (19), Pihak swasta dan berwiraswasta R (27), FA (33) dan ST (39). Para pelaku tersebut ditangkap di tempat terpisah, jelas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto. “Tersangka berprofesi sebagai apoteker dan asisten apoteker ditangkap di TKP Apotek Qiqa Jalan Sawo 2 Kota Kendari,” ujar Rikwanto melalui keterangan tertulis (15/9).

Baca juga: Ini Penjelasan BNN Terkait Kandungan Obat PCC

Dari penangkapan ketiga wiraswasta tersebut, polisi menemukan 1.643 butir obat yang dibuang di belakang rumah, 988 butir dalam lemari baju dan uang sebesar Rp 735.000. Ditemukan pula delapan toples putih tempat menyimpan obat. “Total keseluruhan obat pil tersebut 2.631 butir,” kata Rikwanto.

Hingga saat ini, jumlah korban yang mengonsumsi obat sekitar 50 orang. Terdapat satu dari mereka meninggal dunia dan sebanyak 30 orang diantaranya dibawa ke rumah sakit jiwa. Dari keterangan korban, HN (16) mengaku telah mengonsumsi tiga jenis obat secara bersamaan, Tramadol, Somadril dan PCC. Ia mengaku sudah dua kali mengonsumsi obat tersebut. Setelah dikonsumsi, HN mengaku merasa tenang dan selanjutnya hilang kesadaran.

“Enak, tenang kaya terbang. Setelah itu saya tidak sadar lagi, pas sadar, saya sudah ada di sini (RS),” ujar HN. Ia mengaku mendapatkan obat tersebut dari rekannya di Jalan Segar, Kelurahan Pondambea, Kecamatan Kadia, Kota Kendari. Tiga jenis obat itu dibelinya seharga Rp 75.000. (Cindy/Foto: Tempofoto)

 

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: