RS Mitra Keluarga Angkat Bicara tentang Bayi Debora

RS Mitra Keluarga Kalideres mengonfirmasi masalah Bayi Debora pada jumpa pers.
, Majalah Kartini | 11/09/2017 - 21:01

MajalahKartini.co.id – Pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres berjanji memberikan pelayanan yang aman sesuai standar RS dan bersedia menyediakan fungsi sosial bagi pasien gawat darurat tanpa meminta uang muka. Hal ini ditegaskan pada jumpa pers di Dinkes DKI Gambir, Jakarta Pusat, Senin (11/9).

Dalam keterangan persnya, pihak manajemen RS Mitra Keluarga Kalideres menyampaikan awalnya Debora diterima instalasi gawat darurat (IGD) sekitar pukul 03.40 WIB dalam keadaan tidak sadar dan tubuh tampak membiru. “Pasien dengan riwayat lahir prematur memiliki riwayat penyakit jantung bawaan (PDA) dan keadaan gizi kurang baik,” kata pihak manajemen RS.

Baca juga: Ungkapan Keluarga Bayi Debora Tentang Pelayanan Rumah Sakit

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Koesmedi Priharto pun menyatakan, tidak ada kesalahan dalam penanganan medis yang dilakukan RS Mitra Keluarga Kalideres. Setelah penanganan dari RS tersebut, tanda kebiruan bayi Debora berkurang serta oksigen pun membaik meski keadaannya masih dalam kondisi kritis. “Dalam kasus ini, rencana pemindahan ke ruang PICU muncul setelah dokter memberi penanganan medis. Nah masalahnya saat proses pemindahan itu, orangtua Debora harus mengurus administrasi pembiayaan,” ujar Koesmedi.

Baca juga: Kemenkes Diminta Tegas pada RS Mitra Keluarga

Pihak rumah sakit melakukan beberapa kesalahan yaitu, tidak bertanya terlebih dahulu siapa yang menanggung biaya pengobatan Debora, tidak bertanya tentang kepemilikan BPJS Kesehatan, dan kelalaian karena miminta keluarga Debora mencari rumah sakit rujukan.

Padahal seharusnya yang mencari rumah sakit rujukan adalah tugas RS Mitra Keluarga Kalideres bukan pasien itu sendiri, tambah Koesmedi. Sejauh ini dipastikan RS Mitra Keluarga Kalideres belum bermintra dengan BPJS Kesehatan. (Cindy/Foto: Wartakotafoto)

 

Tags: , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: