Risma Ingin Gunakan Mobil Listrik Buatan ITS

Ide untuk menggunakan mobil buatan mahasiswa ITS sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun ide tersebut belum terlaksana.
, Majalah Kartini | 21/08/2016 - 12:00

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono (kiri) didampingi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (tengah) dan Sekjen PBB untuk Habitat III  Joan Clos (kanan) berjabat tangan seusai pengibaran bendera PBB dan Indonesia di lokasi penyelenggaraan PrepCom 3 for Habitat III, Grand City Convex, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (24/7). PrepCom 3 for Habitat III yang berlangsung pada 25-27 Juli 2016 dan diikuti sekitar 167 negara dengan jumlah peserta sekitar 5000 orang tersebut ialah konferensi rutin 20 tahunan dengan agenda pembahasan berbagai isu lingkungan perumahan, permukiman, dan perkotaan, untuk menghasilkan suatu kesepakatan yang bersifat global. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/kye/16

MajalahKartini.co.id – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyampaikan keinginannya untuk menggunakan mobil listrik dari hasil karya mahasiswa dan dosen ITS sebagai mobil dinasnya. “Sebenarnya, saya sudah ngomong dengan Pak Hendro (Sekkota) untuk mobil dinas saya, sekalian mobil dinas pejabat kota saja sekalian,” katanya di Surabaya, Jumat (19/8) malam.

Saat menghadiri peluncuran Sapuangin Speed 4 yang hendak berlaga dalam ‘Student Formula’ di Jepang pada 6-10 September 2016, ia menjelaskan ide untuk menggunakan mobil buatan mahasiswa ITS sudah ada sejak beberapa tahun lalu. “Ide untuk menggunakan mobil buatan mahasiswa ITS sudah ada sejak beberapa tahun lalu, namun ide tersebut belum terlaksana hingga akhirnya saya ungkapkan lagi pada Pak Jhoni Hermana (Rektor ITS),” kata dia.

Dalam kesempatan itu, Risma juga mengajak General Manager MOR V Pertamina yang hadir dalam acara tersebut untuk bergabung mewujudkan ide tersebut. “Saya bangga, karena ini sebagian besar dikerjakan sendiri oleh mahasiswa dan dosen ITS. Artinya, ini bener-bener ciptaan sendiri bukan menyerahkan kepada orang lain,” kata dia.

Risma mengatakan, dirinya ingin mewujudkan smart city dengan menggunakan mobil listrik buatan dosen dan mahasiswa ITS. “Saya berencana akan ke Silicon Valley, Amerika. Di sana ada start-up yang menjadi penghubung antara perguruan tinggi, pebisnis dan pemerintah. Itu sinergi yang bagus,” kata dia.

Oleh karena itu, ia berharap dan mendukung ITS untuk terus melakukan penelitian dalam pembuatan teknologi yang lain. Sementara itu, Rektor ITS Jhoni Hermana tak ingin tim Sapuangin Speed 4 jatuh pada lubang yang sama seperti pada tahun lalu. “Mudah-mudahan ke depan ini akan lebih baik dan apa yang menjadi kendala tahun kemarin bisa menjadi pembelaran,” kata dia.

Jhoni mengatakan target yang ia canangkan tahun ini adalah tim Sapuangin Speed 4 bisa masuk ke dalam 10 besar. “Sejauh ini persiapan sudah sangat baik. Mudah-mudahan bisa 10 besar,” kata dia.

Sementara itu, Witantyo selaku dosen Pembina mengatakan, timnya sudah bekerja untuk membenahi kekurangan tahun lalu, seperti pada sassis sehingga mampu berbelok dengan kecepatan yang lebih tinggi dan reliability-nya. “Tahun lalu kecepatan mobil kita masih satu menit sepuluh detik. Tahun ini kami harap bisa mendekati satu menit per lap,” kata dia.

Tentang musuh yang menjadi ancaman terbesar masih berasal dari tim dari tuan rumah Jepang. Selain itu, tim dari Jerman juga menjadi lawan yang serius bagi tim Sapuangin. Ia juga berharap tahun ini Sapuangin Speed 4 bisa menembus 10 besar. “Dari sekitar 90 mobil, kita kemarin nomor 46. Tahun ini semoga lebih baik dan masuk 10 besar,” ujar dia. Tim Sapuangin Speed 4 sendiri akan bertanding di Student Fomula, di Fukuoda Jepang, 6-10 September. Ini merupakan keempat kalinya mereka ikut serta. (ANTARA/Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Tags: , , , , , , , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: