Produsen Viostin DS Temui Ketua Umum MUI

Pihak perusahaan ini jelaskan bahan baku Viostin DS tidak berasal dari babi.
, Majalah Kartini | 07/02/2018 - 13:01


MajalahKartini.co.id – PT Pharos Indonesia, produsen suplemen Viostin DS, menemui Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin pada Senin (5/2) malam, di kediaman Kyai Ma’ruf, di wilayah Koja, Jakarta Utara. Pada pertemuan ini, manajemen PT Pharos Indonesia diwakili oleh Janto Kusmanto (Presiden Direktur), Ida Nurtika (Direktur Komunikasi Perusahaan), juga Andre Arief Lembong yang mewakili keluarga pemilik perusahaan.

Kepada KH Ma’ruf Amin, tim manajemen PT Pharos Indonesia menjelaskan bahwa Viostin DS dibuat dengan menggunakan bahan baku dari sapi dan sama sekali tidak mengandung babi. Bahan baku untuk Viostin DS, yakni Chondroitin Sulfat, dipasok dari pemasok luar negeri yang telah memiliki sertifikat halal dari Halal Certification Services/HCS (http://www.halalcs.org/). Lembaga ini sendiri telah masuk ke daftar lembaga sertifikasi halal luar negeri yang diakui oleh MUI.

PT Pharos Indonesia juga menjelaskan bahwa setelah mendapat informasi dari BPOM bahwa produk Viostin DS di bets tertentu, tercemar oleh DNA porcine, segera menarik seluruh produk, menghentikan penjualan, serta menghentikan produksi. Direktur Komunikasi Perusahaan PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap konsumen.

Ketua MUI KH Ma’ruf Amin mengatakan bahwa dirinya juga terus mengikuti perkembangan isu ini dan telah mendengar informasi dari berbagai pihak. Menurutnya, PT Pharos Indonesia sebagai produsen Viostin DS telah mengambil langkah yang tepat dalam mengatasi isu ini. “Saya rasa apa yang dilakukan PT Pharos Indonesia untuk menarik seluruh produk Viostin DS dari pasar sudah benar dan kami mengapresiasi langkah yang diambil,” ujarnya saat pertemuan tersebut.

Untuk itu, pihaknya menyampaikan kepada masyarakat agar tidak terlalu resah dalam menanggapi isu ini karena produk Viostin DS memang tidak menggunakan bahan baku dari babi. Beliau menyampaikan kewenangan halal dan haram menjadi otoritas MUI, dan menyarankan produsen agar melakukan uji kembali bahan baku bets tertentu tersebut di LPPOM MUI.

PT Pharos Indonesia sendiri merupakan perusahaan farmasi nasional yang selama 45 tahun telah berkontribusi pada pembuatan dan penyediaan obat-obat dan suplemen kesehatan bagi masyarakat Indonesia. PT Pharos Indonesia menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan.(Foto : Istimewa)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: