Presiden Jokowi Hadiri Puncak HPN 2017

Presiden Joko Widodo meyakini media mainstream atau media arus utama dapat bertahan karena saling melengkapi informasi.
, Majalah Kartini | 09/02/2017 - 13:28

Presiden Jokowi Hadiri Puncak HPN 2017 di Ambon

MajalahKartini.co.id – Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Joko Widodo menghadiri puncak Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2017 di Ambon, Kamis (9/2). Presiden Jokowi hadir di lokasi acara puncak peringatan HPN 2017 di Lapangan Polda Maluku sekitar pukul 09.15 WIT. Begitu tiba, Presiden langsung disambut oleh Ketua PWI Margiono.

Dalam kesempatan itu hadir pula sejumlah pejabat negara seperti Ketua MPR Zulkifli Hasan. Juga hadir sejumlah duta besar negara tetangga. Juga hadir sejumlah tokoh pemilik perusahaan media seperti Chairul Tanjung, Surya Paloh, dan Harry Tanusubroto. Sejumlah menteri juga hadir antara lain Menkominfo Rudiantara, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, dan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Rangkaian HPN 2017 di Kota Ambon diawali dengan beberapa kegiatan di antaranya, pembukaan pameran atau expo Hari Pers Nasional 2017 pada 7 Februari 2017, acara Talkshow IKWI, Seminar inovasi pelayanan publik dan Konferensi kerja nasional pengurus PWI pusat dan PWI daerah serta diskusi publik HPN. Selain itu ada kegiatan bakti sosial IKWI, kegiatan menanam bibit mangrove, workshop sekolah Jurnalistik Indonesia dan acara konvensi nasional media massa terkait peluang dan tantangan dengan pembicara sejumlah menteri dan pemilik perusahaan media.

Saat memberikan sambutan dalam acara Hari Pers Nasional (HPN) 2017 di Ambon, Presiden Joko Widodo meyakini media mainstream atau media arus utama dapat bertahan karena saling melengkapi informasi meski digempur kekuatan media sosial yang kecepatannya tinggi. Jokowi juga yakin media arus utama tetap akan mampu bertahan di era maraknya media sosial. “Bukan hanya Indonesia tapi seluruh dunia menghadapi, saya yakin meski digempur media arus utama seperti radio dan televisi dapat bertahan karena saling melengkapi,” kata Presiden.

Menurutnya, media sosial hanya unggul dalam hal kecepatan sementara media arus utama tetap lebih unggul dari sisi kedalaman materi dan akurasi. Presiden juga menegaskan, digitalisasi komunikasi telah membuat setiap individu menjadi produsen berita. “Setiap saat di media sosial kita kebanjiran berita, ada yang obyektif, baik, tapi banyak juga yang bohong, yang bikin gadih, penuh caci maki, bahkan ancam persatuan bangsa. Tapi saya yakin ini akan mematangkan kita, membuat kita tahan uji. Ini fenomena semua negara,” katanya.

Presiden pun mengakui saat ini jagat media mainstream sedang menghadapi merebaknya fenomena media sosial. “Ini menjadi kegandrungan baru di kalangan masyarakat, sekarang semua main media sosial, bupati, wali kota, gubernur, menteri, presiden. Semua main media sosial, ada yang senang twitter, facebook, instagram, path. Semua gandrung media sosial,” kata dia.

“Media sosial juga memusingkan pemerintah. Ini yang saya dengar dari perdana menteri, presiden yang saya temui, semua mengeluhkan. Kalau media mainstream masih bisa diajak bicara tapi media sosial siapa yang bisa memagari,” lanjutnya. Oleh karena itu, dalam kesempatan tersebut Presiden mengajak semua pihak untuk bersama-sama menghentikan penyebaran berita palsu (hoax) yang memecah-belah. “Dalam kondisi ini, media arus utama harus bisa meluruskan yang bengkok-bengkok bukan justru memungut sebagai bahan berita,” katanya.

Presiden juga merasa prihatin karena kini kerap kali jika ada topik banyak dibicarakan di media sosial atau trending topic justru menjadi bahan berita bagi media arus utama. Dirinya menegaskan, media mainstream tidak boleh luntur dalam menjunjung etika yang menuntut profesionalisme.

Pada kesempatan itu, Presiden juga mengapresiasi upaya Dewan Pers untuk memverifikasi media. “Saya melindungi wartawan, masyarakat juga tahu media mana yang bisa jadi rujukan. Saya mengharapkan HPN di Ambon memperkuat komitmen membangun Indonesia yang harmoni dan mewujudkan ekonomi yang merata di Indonesia,” kata Presiden. (Foto: ANT FOTO/Ilustrasi)

Tags: ,

BAGIKAN HALAMAN INI: