Persekusi pada Anak Menyisakan Trauma

Efek dari persekusi nyatanya memang berdampak buruk bagi seseorang yang mengalaminya,
, Majalah Kartini | 13/06/2017 - 08:01

Persekusi pada Anak Menyisakan Trauma

MajalahKartini.co.id – Bermula dari apa yang menimpa PMA, remaja 15 tahun warga Cipinang Muara, Jakarta Timur dan kemudian menimpa Fiera Lovita, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Daerah Kota Solok, Sumatra Barat, kasus persekusi mencuat di berbagai media di Indonesia. Mungkin bagi sebagain orang masih asing dengan istilah ‘persekusi’ tersebut. Lalu sebenarnya apa sih arti dari persekusi itu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi kelima, persekusi adalah pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga yang kemudian disakiti, dipersusah, atau ditumpas. Mengutip dari laman wikipedia, persekusi (persecution) sendiri adalah perlakuan buruk atau penganiayaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik.

Selain itu, persekusi adalah salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan di dalam Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional. Timbulnya penderitaan, pelecehan, penahanan, ketakutan, dan berbagai faktor lain dapat menjadi indikator munculnya persekusi, tetapi hanya penderitaan yang cukup berat yang dapat dikelompokkan sebagai persekusi.

Baca juga: Kata Menteri Yohana Soal Persekusi pada Anak

Sebelumnya, seperti diketahui, kedua korban di atas mengalami tindakan persekusi yang berawal melalui media sosial (medsos). Di mana, persekusi yang dialami remaja 15 tahun itu terjadi pada 28 Mei 2017 lalu, hal itu diduga karena status facebook PMA yang dianggap sudah menghina salah satu ormas di Indonesia dan pimpinannya.

Kejadian di minggu terakhir Mei itu diketahui dari vidio berdurasi 11.21 menit yang viral di media sosial yang mempertontonkan mario yang sedang dikepung sejumlah orang dan mengaku simpatisan ormas itu. Di dalam video, PMA diinterogasi dan dinasihati dan sesekali dipukul lebih dari lima kali di bagian kepala oleh sejumlah orang yang mengepungnya. Lalu dia juga diminta untuk membacakan pernyataan permintamaafan.

Kemudian, kasus yang menimpa Fiera Lovita juga bermula dari dugaan unggahan status facebook-nya pada 19 sampai 21 mei 2017 yang menanggapi berita kasus yang menimpa pimpinan ormas yang sama yang mengintimidasi PMA. Namun, jika Mario langsung didatangi di rumahnya, Fiera didatangi sejumlah orang ketika tengah berada di dalam mobil bersama kedua anaknya. Kejadian itu diketahui pada 22 Mei 2017. Hampir satu minggu sebelum kejadian menimpa PMA.

Baca juga: Komitmen KPAI untuk Remaja Korban Persekusi

Persekusi Tinggalkan Trauma

Persekusi pada Anak Menyisakan Trauma

Efek dari persekusi nyatanya memang berdampak buruk bagi seseorang yang mengalaminya, hal itu dialami oleh PMA yang belum lama ini didatangi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ke Polda Metro Jaya untuk melihat kondisi PMA. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, korban dan keluarganya sudah berada di safe house. Pasalnya korban dan keluarganya mengalmi trauma. “Saat ini mendapatkan perlindungan. Sudah ada trauma healing agar motivasi tumbuh kembali,” ucap Argo.

Mirisnya lagi, meski yang mengalami persekusi adalah ibunya (Fiera), efek dari kejadian itu, ternyata berdampak pada kedua anaknya. Mereka mengalami ketakutan, di mana diceritakan Fiera saat kejadian, anaknya tidak mau pulang karena takut rumahnya diserbu orang. Fiera juga kemudian mengunggah surat pernyataan dan permintaan maaf melalui akun facebooknya. Sayangnya, dalam waktu satu jam, akun facebook milik Fiera malah dibongkar.

Beberapa file album pribadi berupa foto dirinya dan anak-anaknya dalam postingan lama kembali diposting dan disebarkan dibeberapa group facebook. Parahnya, foto-foto milik Fiera diedit dengan vulgar dan ditambahi kata-kata jorok yang tak pantas. Bahkan, Fiera juga mengaku sempat merasa ada orang yang membututi dirinya dan anak-anaknya. Untuk menhindari itu, kini Fiera dan keluarganya memilih tinggal di Jakarta. (Foto: Ilustrasi)

 

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: