Perangi Kekerasan Seksual Anak, KPPA dan ECPAT Lakukan Pelatihan

KPPPA bekerjasama dengan ECPAT Indonesia memberikan pelatihan bagi komunitas lokal untuk memerangi kekerasan dan eksploitasi seksual anak di destinasi wisata.
, Majalah Kartini | 11/10/2017 - 11:04

MajalahKartini.co.id – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang bekerjasama dengan ECPAT Indonesia melakukan pelatihan bagi komunitas lokal yang ada didesa Langensari, Kabupaten Garut pada tanggal 9 dan 10 Oktober 2017, untuk memerangi kekerasan dan eksploitasi seksual anak di destinasi wisata. Dipilihnya desa Langensari sebagai tempat pelatihan adalah untuk menindaklanjuti dari kegiatan sebelumnya yang sudah dilakukan yaitu, quick assessment terhadap para pemangku kepentingan, baik dari sektor pemerintahan, masyarakat maupun masyarakat dalam melakukan pencegahan dan penanggulangan kekerasan dan eksploitasi seksual anak di destinasi wisata.

Selain telah dilakukannya quick assessment, langkah selanjutnya yang dilakukan adalah melakukan pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan dan Eksploitasi Seksual Anak di Destinasi Wisata. Kabupaten Garut sebagai salah satu destinasi wisata di Indonesia dirasa perlu untuk dilakukannya  pelatihan ini agar anak-anak dapat terlindungi dari predator seks anak yang memang secara khusus mencari anak-anak sebagai korbannya.

Pelatihannya ini melibatkan lebih dari 30 peserta dari berbagai macam unsur, ada yang berasal dari unsur pemerintahan, unsur kemasyarakatan, unsur dari para pengusaha pariwisata, Karang Taruna dan dari forum anak. Pelatihan ini diselenggarakan untuk mengedukasi masyarakat, pengusaha pariwisata dan juga pemerintah dalam melakukan pencegahan dan penanggulang kekerasan dan eksploitasi seksual anak yang terjadi di destinasi wisata.

Masyarakat dan pengusaha pariwisata perlu mendapatkan informasi dan juga pengetahuan dalam melakukan pencegahan terjadinya kekerasan dan eksploitasi seksual yang terjadi diwilayah yang menjadi salah satu destinasi wisata. Tidak bisa dipungkiri bahwa kawasan-kawasan wisata di Indonesia bisa menjadi salah satu tempat bagi para pelaku kejahatan seksual untuk mencari mangsanya

Dalam 100 program prioritas Presiden Jokowi berkomitmen memberantas kejahatan perdagangan manusia terutama menyangkut perempuan dan anak, serta memprioritaskan penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak. Upaya ini di wujudkan oleh kementerian KPPPA melalui program pengingkatan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak telah menjalankan program perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat (PATBM) yang diharapkan mampu dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dalam upaya perlindungan anak di lingkungan masyarakat. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak berharap dengan adanya pelatihan ini, kekerasan dan eksploitasi seksual anak di destinasi wisata bisa dicegah dan anak-anak pun terlindungi dari para predator seks anak. (Foto: ECPAT Indonesia)

 

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: