Pentingnya Pendidikan Politik bagi Perempuan

Pendidikan politik bagi kaum perempuan sangat penting jika ingin berpolitik.
, Majalah Kartini | 03/10/2016 - 09:00

MajalahKartini.co.id – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sukedi menyatakan mendukung penuh kegiatan pendidikan politik khusus bagi kaum perempuan. Kegiatan itu rencananya akan diselenggarakan oleh Institute Republican International (IRI) ATAU sekolah politik internasional di Yogyakarta, pada 30 September hingga 1 Oktober 2016.

“Kami mendukung pelatihan dan pendidikan politik bagi kaum perempuan di DIY, agar semakin siap dan matang menuju pemilu 2019 mendatang,” ujarnya di Yogyakarta, Minggu (2/10). Ia mengatakan, keterwakilan perempuan dalam parlemen sangat dibutuhkan, sehingga perlu ada persiapan khusus yang membekali perempuan untuk mengerti dan memahami hak serta tanggungjawabnya ketika menjadi legislator.

“Perlu ada persiapan matang untuk menjadi legislator yang dapat diandalkan mendukung program partai Demokrat,” tegas dia. Sementara itu, salah seorang peserta dari Partai Demokrat DIY Freeda Mustikasari menjelaskan, bahwa pertemuan kali ini lebih cenderung membahas soal hubungan partai politik dengan media, public speaking terkait tata bahasa, bahasa tubuh, penggunaan media sosial.

Freeda mengatakan, kegiatan itu diadakan khusus untuk memberikan pembekalan bagi kaum perempuan dalam politik. “Khususnya, bagi daerah yang memiliki sedikit keterwakilan perempuan dalam parlemen tingkat provinsi, kabupaten dan kota,” jelas dia.

Menurut dia, kegiatan tersebut sangat penting dalam mendorong terciptanya perempuan yang melek politik di setiap daerah, sehingga bisa memberikan banyak pendapat yang terkait perempuan dan menciptakan kebijakan yang berpihak pada perempuan.

Pertemuan kali ini, lanjut dia, pesertanya sekitar 60 orang dari 12 parpol, yang terdiri dari lima orang dari partai politik atau para pengurus Dewan Perwakilan Daerah. “Pembiayaan sepenuhnya dari IRI, dengan syarat yang menjadi peserta adalah para pengurus partai politik yang aktif, dan tentu saja wanita. Kegiatan ini lebih cenderung pada kepemimpinan perempuan dalam partai politik,” terang dia.

Ia menambahkan, pada tahun 2017 mendatang IRI akan mengusung tema tentang pemantapan pada teori-teori politik dan pemahaman pendukungnya, termasuk isu-isu terkini yang mau disampaikan kepada audience, tata cara berdebat dan berbicara dengan media.

“Tahun 2018 temanya tentang pendidikan untuk calon legislatif karena sudah mendekati pemilu. Intinya, program IRI sangat bermanfaat untuk mendukung munculnya keterwakilan perempuan DIY di parlemen,” tegas dia. (ANT/Foto: Istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: