Murid Aniaya Guru, Potret Buram Dunia Pendidikan

Dimulai dari keluarga, pendidikan karakter jadi modal sukses dalam persaingan global.
, Majalah Kartini | 08/02/2018 - 14:02

MajalahKartini.co.id – Tewasnya guru honorer SMA 1 Torjun, Sampang, Madura, Ahmad Budi Cahyono di tangan muridnya menjadi tragedi bagi dunia pendidikan Indonesia. Walaupun tidak bisa dikaitkan secara langsung, belum maksimalnya implementasi pendidikan karakter menjadi satu hal yang layak dikaji. Sekolah bukan satu-satunya pihak yang bertanggung jawab atas pendidikan karakter karena pendidikan karakter juga bisa dimulai dari keluarga.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Sugianto Tandra mengatakan, keluarga adalah kesatuan terkecil di masyarakat yang justru memainkan peranan besar. Peran ayah, ibu dan anggota keluarga lainnya terhadap pembentukan karakter anak sangat besar, oleh karena itu tidak ada pihak di dalam keluarga yang tidak memiliki tanggung jawab terhadap hal ini. Pendidikan karakter dalam keluarga dapat dimulai dengan pengenalan sopan santun serta budi pekerti dalam interaksi antar anggota keluarga.

Selain itu, pengenalan nilai-nilai agama juga diyakini dapat membentuk karakter positif di dalam diri anak. Namun, pengenalan saja tidak cukup. Sugianto juga menegaskan pentingnya contoh atau role model di dalam keluarga. Role model yang paling efektif untuk anak, lanjutnya, adalah orang tuanya. “Dimulainya pendidikan karakter dari dala keluarga tentu akan memperkuat keluarga itu sendiri. Orang tua sebagai contoh bagi anak sebaiknya juga membiasakan diri untuk berperilaku baik dan menanamkan nilai-nilai tersebut di dalam dirinya. Dengan demikian anak diharapkan juga bisa bersikap sebagaimana yang dicontohkan oleh orang tuanya,” terang Sugianto.

Sugianto juga menambahkan, komunikasi yang baik kantar anak dengan orang tua, anak dengan guru serta guru dengan orang tua juga menjadi hal penting dalam pendidikan karakter. Komunikasi yang efektif diharapkan bisa menjadi dasar hubungan yang harmonis di antara pihak-pihak tadi. Hal ini diharapkan bisa mencegah semua pihak terlibat dalam perilaku negatif.

Pendidikan karakter juga menjadi salah satu modal sukses seseorang dalam persaingan global. Di era persaingan global di mana hard skill menjadi hal penting yang dinomorsatukan, karakteristik positif tetap menjadi hal penting yang harus dimiliki seseorang. Untuk menjadi individu yang berhasil di dalam persaingan global, seseorang harus terus berinovasi ke arah yang lebih baik, dalam karakteristik dan juga kemampuan serta pengetahuan terkait profesipekerjaannya.

“Hal ini bisa dimulai dengan menciptakan komunikasi dua arah di dalam keluarga dan di dalam lingkungan sekolah. Anak harus diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya dan harus mendapatkan penjelasan yang bisa dimengerti terkait suatu konsep,” ungkapnya. (Foto: Shutterstock)

Tags:

BAGIKAN HALAMAN INI: