Meski Tersangka, Ahok Tak Boleh Mundur dari Pilgub Jakarta

Syarat menjadi kepala daerah melarang narapidana maupun mantan terpidana mencalonkan diri.
, Majalah Kartini | 16/11/2016 - 15:30

MajalahKartini.co.id – Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahja Purnama resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia, Rabu, 16 November 2016. Meski Ahok, panggilan Basuki Tjahja Purnama, ditetapkan sebagai tersangka, dia tak boleh mengundurkan diri dari pencalonan.

Hal ini diatur dalam Undang Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah. Berdasarkan Pasal 7, syarat menjadi kepala daerah melarang narapidana maupun mantan terpidana mencalonkan diri. Sementara untuk status tersangka maupun terdakwa masih diperbolehkan.

Dalam pasal 191 Ayat 1, calon kepala daerah yang dengan sengaja mengundurkan diri setelah penetapan pasangan calon sampai dengan pelaksanaan pemungutan suara, dipidana dengan pidana penjara paling minimal dua tahun dan maksimal 60 bulan. Denda yang mesti dibayarkan paling sedikit Rp 25 miliar dan paling banyak Rp 50 miliar.

Sedangkan untuk partai atau gabungan partai juga tak boleh mencabut dukungan setelah ditetapkan oleh KPU Provinsi hingga pemungutan suara. Pimpinan partai politik atau gabungan parpol akan dikenai hukuman yang sama, yakni dipidana penjara paling singkat 24 bulan dan paling lama 60 bulan dan denda paling sedikit Rp 25 miliar hingga Rp 50 miliar.

Partai atau gabungan partai bisa menarik dukungan setelah calon kepala daerah berhalangan tetap. Berhalangan tetap yang dimaksud adalah meninggal dunia, sakit yang mengakibatkan fisik maupun mental tak berjalan normal, atau telah mendapatkan sanksi pidana. Artinya, Ahok masih memiliki hak politik hingga ada keputusan tetap dari pengadilan. (Foto; ANT FOTO/Agung Rajasa)

0

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: