Menkeu Ingin Santunan Biaya Korban Laka Lantas Bertambah

Memasuki musim mudik yang memang rawan akan kecelakaan, Sri Mulyani ingin biaya santunan korban laka lantas ditingkatkan besarannya.
, Majalah Kartini | 10/06/2017 - 10:01

Sri Mulyani Indrawati

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MajalahKartini.co.id – Bagi pengguna jalan dan transportasi umum menjelang musim mudik lebaran 2017, per 1 Juni kemarin, ada kabar perubahan besaran dan santunan untuk korban kecelakaan lalu lintas. Hal tersebut sesuai dengan petunjuk Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati yang menginginkan santunan kepada korban kecelakaan yang menjadi tanggung jawab PT Jasa Raharja ditingkatkan besarannya.

“Perubahan ini berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No 15/PMK/010/2017 dan Peraturan Menteri No 16/PMK/010/2017 mengenai besar santunan dan sumbangan wajib dana laka lantas. Perubahan tersebut mencakup beberapa hal,” tutur Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto, dalam keterangan Kamis (8/6).

Rinciannya diantaranya, santunan dan laka lantas untuk korban meninggal dunia dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta. Bagi ikorban laka lantas cacat tetap, awalnya sebesar Rp 25 juta dimaksimalkan akan menerima Rp 50 juta.

Kemudian, untuk biaya perawatan korban laka lantas maksimal dari Rp 10 juta, kini meningkat menjadi Rp 20 juta. Penggantian biaya pertolongan pertama atau P3K untuk korban laka lantas menjadi Rp 1 juta yang mana sebelumnya tidak diberi penggantian. Untuk biaya ambulans korban laka lantas yang meninggal dunia menjadi Rp 4 juta yang sebelumnya sebesar Rp 2 juta.

Perlu diketahui, kenaikan besaran dana santunan itu dikarenakan adanya kenaikan pendapatan PT Jasa Raharja dari retribusi pajak kendaraan bermotor. Selain itu, kenaikan itu juga dilatarbelakangi belum adanya kenaikan selama sembilan tahun mengingat biaya medis sudah berubah. (Sopan/Foto: staticflickr.com)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: