Majelis Hakim Vonis 1,5 Tahun Penjara Kasus Buni Yani

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung jatuhkan vonis 1,5 tahun penjaga kepada Buni Yani.
, Majalah Kartini | 15/11/2017 - 14:10

MajalahKartini.co.id – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Bandung telah menjatuhkan vonis selama 1,5 tahun penjara kepada Buni Yani dalam kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) di Gedung Dinas Perpustakaan dan Arsip, Jalan Seram, Kota Bandung, Selasa (14/11) siang. Majelis hakim yang diketuai M Saptono menilai bahwa Buni Yani secara sah dinyatakan bersalah atas perbuatannya. “Menjatuhkan pidana oleh karena itu kepada terdakwa dengan pidana selama 1 tahun dan enam bulan,” ucapnya.

Sebelumnya, Buni Yani didakwa mengunggah video pidato Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama, di Kepulauan Seribu, 27 September 2016. Video tersebut diunggah di laman akun Facebook miliknya dan mencantumkan keterangan berupa transkrip video pidato yang dinilai tidak sesuai dengan transkrip aslinya. Buni Yani menghilangkan kata “pakai” saat Ahok menyinggung surat Al Maidah dalam pidatonya.

Perbuatan ini dinilai memenuhi unsur Pasal 32 Ayat 1 dan Pasal 28 Ayat 2 UU ITE dengan melakukan ujaran kebencian dan mengedit isi video pidato Ahok. Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan tuntutan dari jaksa. Dalam sidang pada 3 Oktober lalu, tim jaksa yang dipimpin Andi M Taufik menuntut Buni Yani selama 2 tahun penjaga dan denda Rp 100 juta dan 3 bulan kurungan.

Menurut hakim, perbuatan terdakwa yang telah menimbulkan keresahan dan tidak mengakui kesalahan adalah hal yang memberatkan tuntutan. Sedangkan yang meringankan adalah Buni Yani belum pernah dihukum dan punya tanggungan keluarga. Namun majelis hakim tidak langsung melakukan penahanan terhadap Buni Yani. Hal tersebut dikarenakan tidak adanya cukup alasan langsung menahan terdakwa Buni Yani.

“Menimbang bahwa selama persidangan terdakwa tidak ditahan, tidak cukup alasan untuk ditahan, maka terdakwa tidak ditahan,” tutur Saptono. Terkait putusan itu, tim penasihat hukum Buni Yani ingin mengajukan banding. “Kami akan banding karena fakta-fakta persidangan tidak sesuai,” ujar ketua tim penasihat hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian. (Cindy/Foto: kompasfoto)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: