Lakukan Ini Jika menemukan Bunuh Diri di Sosial Media

Apa yang harus Anda lakukan jika menemukan konten bunuh diri di media sosial?
, Majalah Kartini | 25/07/2017 - 20:04

Lakukan Ini Jika menemukan Bunuh Diri di Sosial Media

MajalahKartini.co.id – Pemberitaan bunuh diri, khususnya yang marak di media sosial harusnya menjadi momentum untuk mengundang orang-orang yang memiliki pemikiran bunuh diri atau depresi agar mencari pertolongan kepada orang terdekat atau menghubungi tenaga profesional kesehatan jiwa. Sayangnya yang banyak terjadi justru menjadikan video tersebut bahan bullying dan disebarkan dengan masif.

Mari saatnya meningkatkan literasi dan etika dalam menggunakan media sosial, dengan lebih berhati-hati dalam menyebarkan konten yang diterima.

Seperti dikutip dari laman Into the Light, ini yang harus Anda lakukan jika melihat video bunuh diri:

1. Segera laporkan ke pihak media sosial agar dihapus.

2. Hentikan penyebaran informasi terkait orang yang bunuh diri. Kematian bunuh diri masih dipenuhi stigma, sehingga mari izinkan keluarga berduka tanpa harus dihantui stigma lagi.

3. Hentikan penyebaran video yang dapat berpotensi pada munculnya kehendak bunuh diri pada orang depresif. Orang yang sehat jiwa sekalipun dapat merasakan emosi negatif ketika menontonnya. Mari mulai share konten yang bermanfaat dan lucu saja.

4. Tahan segala macam komentar dan asumsi negatif mengenai kasus bunuh diri tersebut. Komentar dan asumsi negatif di media sosial yang dibaca oleh orang dengan kecenderungan bunuh diri dan depresi akan membuat mereka enggan mencari bantuan. Hal ini juga dapat menyakiti keluarga dan rekan yang ditinggalkan.

Jika rekan Anda memiliki pemikiran bunuh diri, konselor sebaya di Komunitas Into the Light tersedia dari pukul 21.00-23.00 WIB di pendampingan.itl@gmail.com. Tidak untuk memberikan diagnosis, resep atau terapi, namun dapat memberikan Anda ruang untuk bercerita dan rekomendasi psikolog/psikiater di area terdekat Anda. Mohon kerjasamanya untuk dapat menjadi cahaya dalam gelap ini bagi sesama. Mari kita hapus stigma, peduli sesama, dan sayangi jiwa! (Foto: Istimewa)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: