KPU Rombak Format Debat Pilkada Terakhir

Berikut beberapa format debat yang berbeda selain kembalinya Ira Koesno sebagai moderator.
, Majalah Kartini | 12/04/2017 - 09:02

KPU Rombak Format Debat Pilkada Terakhir

MajalahKartini.co.id – Pilkada DKI Jakarta 2017 semakin mendekati titik klimaks. Dua pasangan calon akan berhadapan di debat publik untuk terakhir kalinya pada Rabu,12 April 2017. Untuk perhelatan terakhir ini, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta pun menyiapkan format yang berbeda dibandingkan debat-debat sebelumnya.

Berikut hal-hal yang harus kamu tahu terkait debat publik terakhir ini:

1. Waktu dan lokasi
Debat akan berlangsung mulai pukul 19.30 WIB dengan durasi selama 150 menit dengan pembagian 120 menit konten dan 30 menit jeda komersial. Untuk lokasi, masih sama dengan sebelumnya yakni di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

2. Tema debat
Ketua KPUD Jakarta Sumarno mengatakan debat kali ini merupakan konfirmasi visi, misi, dan program pasangan calon kepada masyarakat. Karena itu, tema yang diambil adalah “Dari Masyarakat untuk Jakarta” dengan bahasan kesenjangan/keadilan sosial; penegakan hukum; dan bonus demografi.

Sementara sub-tema adalah transportasi, tempat tinggal murah, reklamasi, pelayanan publik mencakup pendidikan dan kesehatan, dan dunia usaha melingkupi UMKM dan pedagang kecil.

3. Format debat
KPUD Jakarta membagi debat dalam 3 bagian, yang terdiri dari pertanyaan langsung oleh warga dan panelis; tanya jawab antar paslon; dan penutup. “KPU DKI akan mengundang kelompok masyarakat yang sudah diseleksi, disaring dari sisi netralitasnya untuk dihadirkan di dalam debat dan kemudian menyampaikan langsung kepada calon gubernur dan calon wakil gubernur,” kata Sumarno.

Mereka akan mengajukan satu pertanyaan yang sama untuk masing-masing paslon. Menurut Sumarno, ada sekitar 15 orang perwakilan yang sudah diundang. Setelahnya, giliran panelis yang akan menyampaikan pertanyaan berdasarkan program-program yang disampaikan saat kampanye.

Kali ini, KPUD Jakarta merekrut 7 orang panelis, bukan 4 seperti sebelumnya. Meski demikian, Sumarno enggan menyebutkan nama-namanya. Di bagian kedua, setiap pasangan calon akan beradu pendapat satu sama lain.

“Yang pertama adalah calon wakil gubernur, mereka saling bertanya dan saling berdebat. Dan kemudian calon gubernur,” kata dia. Terakhir, para paslon akan menutup debat dengan pernyataan yang mengajak masyarakat untuk mewujudkan pilkada yang damai.

4. Jumlah pendukung
Meski calon wakil gubernur paslon nomor 3 Sandiaga Salahuddin Uno sempat mengusulkan supaya KPUD Jakarta mengurangi jumlah penonton langsung di Hotel Bidakara. Menurut dia, bila terlalu banyak, maka lokasi akan menjadi riuh dan memecah konsentrasi.

Namun, KPUD Jakarta justru meningkatkan jumlah kapasitas pendukung. Pada debat terakhir putaran pertama, setiap paslon hanya boleh membawa maksimal 100 orang pendukung. Debat kali ini, mereka diperbolehkan mengajak hingga 120 orang, termasuk tamu VIP. “Nanti ada undangan lain, kapasitasnya sekitar 600 orang,” kata Sumarno.

5. Moderator debat
Kali ini, Dwi Noviratri Koesno alias Ira Koesno, kembali didapuk untuk memandu jalannya debat. “Pertimbangannya karena dia sudah berpengalaman dalam debat pilkada sebelumnya,” kata dia. Penampilan Ira saat menjadi moderator debat perdana memang banyak dipuji. Meski demikian, Anies sempat mengritik penampilan Ira karena menyebut tangan beberapa peserta dingin. Salah satunya adalah Sandiaga Uno.

Meski demikian, Sandi justru menyambut baik terpilihnya Ira sebagai pemandu debat kali ini. “Wah seru banget. Mudah-mudahan Mbak Ira memang sangat heoh banget saat debat pertama. Mungkin dampak rating-nya tinggi. Karena banyak netizen maupun penonton yang menunggu,” kata dia. (Foto: kini.com)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: