Korban Penelantaran Panti Asuhan Dapat Perlindungan

Yohana Yembise juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpatisipasi melindungi perempuan dan anak
, Majalah Kartini | 01/02/2017 - 10:23

Mentri Yohan Pastikan Korban Penelantaran Panti Asuhan Dapatkan Perlindungan

MajalahKartini.co.id – Yayasan Tunas Bangsa di Pekanbaru Riau diduga telah melakukan praktik penelantaran terhadap puluhan lansia dan balita. Dugaan tersebut berawal dari laporan, terkait kematian bayi usia 18 bulan di salah satu panti yang dikelola oleh Yayasan Tunas Bangsa dan dinilai tidak wajar. Kasus ini sudah dilaporkan ke Polresta Pekanbaru pada tanggal 15 Januari lalu.

Berawal dari kasus kematian bayi, lalu berkembang menjadi kasus penelantaran puluhan lansia. Hal tersebut terungkap ketika tim terpadu yang terdiri dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi Riau, dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Riau melakukan inspeksi mendadak ke panti yang dikelola oleh Yayasan Tunas bangsa, ditempat tersebut ditemukan banyak kejanggalan.

Yayasan Tunas Bangsa memiliki tiga gedung yang menangani anak-anak, orang jompo dan penderita gangguan jiwa. Namun dalam prakteknya, pengurus memperlakukan semua penghuni panti dengan cara sama. Tim mendapati penghuni ditempatkan di kamar-kamar yang sangat kumuh dan bahkan ada pula yang diasingkan di kamar berteralis besi seperti penjara.

Makanan yang diberikan juga dinilai jauh dari layak, mirisnya seorang lansia dan seorang balita pun dibiarkan mengonsumsi kecoa dan susu basi karena kelaparan. Dugaan awal para penghuni mengalami kekerasan, yaitu penghuni lansia pernah dipukul dan disiram air panas. Namun, Tim terpadu menemukan kasus lain yaitu penghuni lansia yang dipaksa untuk mengemis oleh pihak pengelola yayasan.

Menanggapi hal tersebut Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Menteri PPPA), Yohana Yembise meminta Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak turun langsung ke lapangan untuk memastikan anak-anak serta lansia yang berada dalam panti asuhan tersebut segera mendapatkan perlindungan dan hak-haknya terpenuhi secara layak. “Fokus kami adalah penanganan mental dan jasmani anak-anak dan lansia yang menjadi korban penelantaran dan kekerasan di panti asuhan Yayasan Tunas Bangsa. Kami pun akan terus mengawal dan mendorong Polres Pekanbaru untuk menuntaskan kasus ini”, kata Menteri Yohana.

Menteri Yohana menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpatisipasi melindungi perempuan dan anak, serta melaporkan kepada polisi bila terjadi pelanggaran hak terhadap perempuan dan anak.“Kami sangat mengecam seluruh tindakan kekerasan jenis apapun, baik itu fisik maupun verbal terhadap anak dan juga lansia. Inilah saatnya seluruh elemen masyarakat bergandengan tangan untuk melindungi perempuan dan anak dari perlakuan salah serta penelantaran, sehingga kasus ini tidak terulang di wilayah lainnya”, ujar Menteri Yohana. (Foto: Istimewa)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: