Komitmen Wujudkan Gerakan Indonesia Layak Anak

Dalam kampanye tersebut, Menteri PPPA, Yohana Yembise dan Gubernur Maluku, Said Assagaff melakukan dialog langsung dengan sejumlah murid SD, SMP, dan SMA di Ambon.
, Majalah Kartini | 29/05/2017 - 08:03

Komitmen-Wujudkan-Gerakan-Indonesia-Layak-Anak

Majalahkartini.co.id – Mengawali kunjungan kerja di Provinsi Maluku yang berlangsung pada 24 27 Mei 2017, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise melakukan Kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) dan Launching Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA).

Disaksikan Menteri PPPA, Yohana Yembise dan Gubernur Maluku, Said Assagaff, sebanyak 9 kabupaten/kota menandatangani komitmen sebagai salah satu bukti nyata untuk bersama-sama mewujudkan gerakan dunia World Fit for Children dan Indonesia Layak Anak (IDOLA) pada 2030 mendatang.

“Untuk mewujudkan KLA, pemerintah dan seluruh stakeholder perlu memperhatikan 24 indikator KLA. Memang tidak mudah, namun saya yakin dengan komitmen yang kuat, kita bisa bersama-sama mewujudkan KLA sebagai salah satu cara menurunkan angka kekerasan, khususnya terhadap anak-anak. Kementerian PPPA terus mengembangkan strategi guna melindungi dan memenuhi hak-hak anak Indonesia, diantaranya saat ini kami tengah mengembangkan pendekatan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) guna meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang hak-hak anak dan perlindungan di antara anak-anak dan orang dewasa. Diharapkan melalui Gerakan BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) dan Launching KLA ini akan semakin banyak masyarakat yang sadar tentang pentingnya keluarga dan masyarakat dalam melindungi anak”, jelas Menteri Yohana di Islamic Center Provinsi Maluku, Ambon, Rabu (24/5).

Sementara itu, Gubernur Maluku, Said Assagaf mengatakan pihaknya telah berupaya mengimplementasikan kebijakan terkait PPPA dalam berbagai program daerah. Salah satu bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Maluku dengan menetapkan 2 (dua) kabupaten/kota, yakni Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah sebagai pilot project PATBM.

“Kami menyadari pentingnya perempuan dan anak sebagai subjek pembangunan yang turut serta dalam pembangunan bangsa. Oleh karena itu, pendekatan PPPA sangat kami prioritaskan dengan tetap memperhatikan kondisi geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan,” ujar Said Assagaf.

Dalam kampanye tersebut, Menteri PPPA, Yohana Yembise dan Gubernur Maluku, Said Assagaff melakukan dialog langsung dengan sejumlah murid SD, SMP, dan SMA di Ambon. Sejumlah pertanyaan dilontarkan anak-anak kepada Mama Yo, panggilan akrab Menteri Yohana.

“Mama Yo, mengapa yang dilindungi hanya kaum perempuan dan anak-anak? Mengapa kaum laki-laki tidak?” tanya salah seorang murid SD kepada Yohana yang langsung disambut gelak tawa para hadirin. Dengan sabar dan penuh senyum, Mama Yo menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia merupakan kaum perempuan dan yang menjadi korban kekerasan mayoritas adalah kaum perempuan dan anak-anak.

Yohana juga memberikan apresiasi kepada anak-anak Maluku yang telah berprestasi di kancah nasional hingga internasional mengharumkan nama bangsa Indonesia.
Usai melakukan Kampanye BERLIAN dan Launching KLA, Menteri Yohana mengunjungi Sekretariat PATBM Negeri Batumerah di Kec. Sirimau, Kota Ambon, Provinsi Maluku. Yohana menjelaskan PATBM merupakan pendekatan yang baik untuk menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah.

“Dimulai dari tahun 2016, PATBM terus berkembang di sejumlah wilayah di Indonesia, contohnya di Kota Makassar, masyarakat telah berperan aktif membuat shelter bagi korban kekerasan, khususnya perempuan dan anak. Saya berharap seluruh masyarakat memiliki komitmen yang tinggi untuk bersama-sama menjaga dan melindungi hak-hak perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, baik fisik, psikis, dan seksual”, tutup Menteri Yohana. (Foto: Kemen PPPA)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: