Kemkominfo: Situs Konten Dewasa Tak Bisa Diblokir Seluruhnya

Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan konten dewasa tidak bisa diblokir seluruhnya.
, Majalah Kartini | 09/11/2017 - 19:35

MajalahKartini.co.id – Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemkominfo, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan konten dewasa pada media sosial maupun internet tidak bisa diblokir seluruhnya. Sehingga diperlukannya peran aktif masyarakat pengguna layanan media sosial untuk meminimalisir penyebaran konten tersebut.

“Di negara mana pun, pornografi itu tidak bisa diblokir 100 persen. Di internet, tidak ada yang bisa menjamin 100 persen di blokir. Kita semua harus ikut berperan aktif karena pornografi itu tidak bisa hanya dicegah melalui internet,” tutur Semuel dilansir dari antaranews.
Masyarakat dapat berperan aktif meminimalkan upaya penyebaran konten dewasa melalui media sosial dengan membuat laporan kepada Kemkominfo dan kemudian akan ditindaklanjuti.

“Kita tidak bisa begitu saja melakukan pemblokiran seluruhnya atas layanan aplikasi penyebar konten pornografi. Yang bisa dilakukan Kemkominfo itu meminta perusahaan aplikasi dan penyedia layanan untuk menghapus konten pornografi itu,” ucap Semuel. Belum ada cara yang efektif selain menerima laporan dari masyarakat dan kemudian ditindaklanjuti Kemkominfo. Karena dengan tingginya pemblokiran maka akan mengganggu kebebasan berekspresi masyarakat. Sehingga menurut Semuel, harus adanya keseimbangan dalam mengatasi hal negatif dan berhati-hati untuk masalah pemblokiran.

Salah satu bentuk penanganan seperti beberapa waktu lalu saat gambar bergerak GIF bermuatan konten dewasa di layanan pesan singkat WhatsApp yang dilaporkan masyarakat kepada Kemkominfo. Pada akhirnya Kemkominfo memblokir enam Domain Name System (DNS) dari perusahaan penyedia konten Tenor yang meluncurkan gambar bergerak GIF bermuatan konten dewasa tersebut. Keenam DNS tersebut antara lain, tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com dan media1.tenor.com. Setelah melalui proses komunikasi antara pihak WhatsApp, Tenor dan Kemkominfo, maka konten dewasa tersebut resmi dihapus dari layanan mereka. (Cindy/Foto: Berponsel)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: