Kemenkes Wajibkan Rumah Sakit Tangani Pasien Gawat Darurat

Tercantum dalam undang-undang rumah sakit wajib mengutamakan keselamatan pasien gawat darurat.
, Majalah Kartini | 11/09/2017 - 18:02

MajalahKartini.co.id – Kementerian kesehatan sedang melakukan penelusuran dan indentifikasi terhadap kejadian yang merenggut nyawa bayi Debora (4 bulan), saat mendapat penanganan medis di IGD Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres. Kemenkes mengingatkan rumah sakit seharusnya menolong pasien yang berada dalam kondisi gawat darurat dan tidak mengutamakan administrasi terlebih dahulu.

Baca juga: Kasus Debora Menjadi Sorotan Anggota Dewan

Sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 44 tahun 2009 Rumah Sakit dan UU Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, mewajibkan rumah sakit untuk mengutamakan penyelamatan nyawa pasien dan tidak boleh meminta uang muka. “Semua rumah sakit, baik yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan atau belum, wajib memberikan pelayanan gawat darurat pada pasien yang membutuhkan. Peserta BPJS Kesehatan tersebut tidak boleh ditagih biaya, karena sebenarnya RS dapat menagihkan pelayanan kegawatdaruratan pasien jaminan kesehatan nasional (JKN) tadi kepada BPJS Kesehatan”, tutur Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI, drg. Oscar Primadi, MPH.

Baca juga: RS Mitra Keluarga Angkat Bicara tentang Bayi Debora

Berdasarkan UU Rumah sakit, pemerintah dapat memberikan sanksi terhadap rumah sakit apabila terbukti terdapat kelalaian dalam menjalankan tugasnya. Sanksi tersebut antara lain, teguran lisan, teguran tertulis hingga pencabutan izin RS.

Dari pernyataan pihak RS, mereka sudah melakukan penaganan kegawatdaruratan menolong nyawa bayi tersebut. Dari sisi ketentuan layanan, pihak RS juga sudah menginformasikan tarif pelayanan termasuk NICU dan PICU. Namun bagaimana sebenarnya penanganan pasien di rumah sakit dan langkah selanjutnya belum sepenuhnya ditelusuri. Pemerintah dalam hal ini Kemenkes menantikan hasil penelusuran dari Dinkes Jakarta dan BPRS atas kejadian tersebut. (Cindy/Foto: Ilustrasi)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: