Kemenkes: Kasus Obat PCC di Kendari Sangat Mengejutkan

Kejadian obat PCC tersebut sangat mengejutkan dan tidak terduga.
, Majalah Kartini | 18/09/2017 - 12:01

MajalahKartini.co.id – Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, dr M Subuh, menyayangkan kejadian penyalahgunaan tablet Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di Kendari, Sulawesi Tenggara, karena dianggap sangat mengejutkan dan tidak terduga. “Kami menilai kejadian ini sangat mengejutkan dan tidak terduga duga karena korban secara bersamaan dalam jumlah banyak,” kata M Subuh saat menghadiri Rapat Koordinasi Dirjen P2P dan Dirjen Farmalkes bersama jajaran kesehatan dan stakeholder terkait Provinsi Sulawesi tenggara di Kendari, Sabtu (16/9).

M Subuh mengatakan dilihat dari asal para korban dari empat penjuru kota Kendari, kemungkinan masih ada banyak korban yang tidak terdeteksi dibanding jumlah korban yang sudah dilansir Dinkes Sulawesi Tenggara sebanyak 76 orang. “Ini yang menjadi tugas kita untuk turun ke masyarakat memberikan edukasi perlunya melaporkan diri ketika ada gejala pada anggota keluarga mengonsumsi tablet PCC yang terlarang itu,” katanya.

Ia mengapresiasi kinerja pihak terkait karena sudah melakukan tindakan cepat penanganan kejadian penyalahgunaan tablet PCC tersebut. Ia juga mengapresiasi upaya pihak Rumah Sakit Jiwa Kendari, yang dengan kondisi serba terbatas tapi sudah bisa melakukan penanganan secara maksimal terhadap para korban yang dirujuk ke rumah sakit tersebut. “Koodinasi pihak terkait dalam penanganan kejadian ini harus terus ditingkatkan, semua pihak jelas perannya bahkan masyarakat juga ikut berperan sehingga para korban sudah bisa dikembalikan ke rumah masing-masing,” katanya.

Menurutnya kementerian Kesehatan RI harus terjun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi para korban penyalahgunaan tablet PCC tersebut. Kejadian yang banyak memakan puluhan korban warga Kendari yang dilarikan ke rumah sakit karena mengalami kelainan kejiwaan dan ada dua orang korban yang sudah dikonfirmasi, meninggal dunia akibat pengaruh tablet tersebut. Pihak kepolisian daerah Sulawesi Tenggara pun sudah menahan sembilan tersangka yang diduga menjadi pengedar tablet tersebut. (Cindy/Foto: Forward Florida)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: