Kemendikbud Laporkan Akun Hoax ke Facebook

Akun palsu yang mengatasnamakan Kemendikbud itu membuat berita palsu yang melarang masyarakat bermain game dan menonton animasi atau kartun khas Jepang.
, Majalah Kartini | 06/01/2017 - 12:59

kemendikbud-laporkan-akun-hoax-ke-facebook

MajalahKartini.co.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaporkan akun penyebar berita palsu alias hoax ke Facebook mengenai bahaya game dan anime. Berita palsu tersebut disebarkan oleh akun Facebook bernama “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia”.

“Kami dari Kemendikbud tidak (pernah) membuat statement seperti itu. Jadi bisa dikonfirmasikan bahwa informasi itu tidak benar, alias palsu,” ujar Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Sukiman seperti yang dilansir laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Sukiman mengatakan, berita tersebut merupakan berita palsu atau hoax lama, yang kembali muncul di Facebook dan mendapat banyak tanggapan dari masyarakat.Akun palsu yang mengatasnamakan Kemendikbud itu membuat berita palsu yang melarang masyarakat bermain game dan menonton animasi atau kartun khas Jepang.

Sementara itu, pengelola media sosial Kemendikbud yang berada di bawah Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat Kemendikbud, telah melaporkan akun palsu penyebar kabar bohong itu dengan mengirimkan surat elektronik ke manajemen Facebook Indonesia. “Alhamdulillah direspons sehari kemudian. Jadi sejak kemarin akun palsu tersebut sudah diblokir oleh Facebook,” ujar Dian Srinursih, Kepala Bagian Informasi BKLM Kemendikbud, di Jakarta, Kamis (5/1).

Kemendikbud memiliki akun resmi fanpage di Facebook bernama “Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI”, atau bisa dibuka melalui tautan fb.com/Kemdikbud.RI. Saat ini, akun resmi fanpage Kemendikbud telah disukai oleh 1.925.868 pengguna Facebook. Angka tersebut berbeda jauh dengan akun palsu yang hanya disukai sebanyak 966 orang.

Selain itu, akun resmi Kemendikbud juga telah diverifikasi oleh Facebook, sehingga memiliki tanda centang biru. Selain Facebook, Kemendikbud juga memiliki akun resmi di media sosial lain yang juga sudah terverifikasi, yaitu Twitter: @Kemdikbud_RI , Instagram: kemdikbud.ri, dan Youtube: KEMENDIKBUD RI. Kemendikbud juga memiliki laman informasi resmi atau website, yaitu www.kemdikbud.go.id .

Sebelumnya, dalam rapat terbatas mengenai antisipasi perkembangan media sosial, Presiden Joko Widodo meminta aparat kepolisian untuk melakukan penegakan hukum terhadap pemilik akun media sosial yang mengandung fitnah, ujaran kebencian, dan provokatif. “Media sosial sebaiknya dikembangkan ke arah produktif, mendorong kreativitas dan inovasi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Presiden Jokowi, di Istana Negara, 29 Desember 2016. (Sundari/Shutterstock)

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: