Kata Mentan Soal WN China yang Tanam Benih Cabai Berbakteri

Selain cabai, menurut Mentan Amran ada komoditas lain terkait penangkapan 4 WN China yang tanam benih cabai berbakteri.
, Majalah Kartini | 15/12/2016 - 08:00

 

MajalahKartini.co.id – Empat Warga Negara (WN) China beberapa waktu lalu ditangkap pihak imigrasi kadena kedapatan berprofesi menjadi petani ilegal, mereka menanam cabai di atas lahan seluas 4 hektar yang berada di Kampung Gunung Leutik, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Jawa barat.

Empat WN China itu sudah tinggal di Bogor selama empat bulan. Selain itu, pihaknya juga mengungkapkan mengamankan 2 kg benih cabai yang diketahui mengandung bakteri erwinia chrysanthemi, selain itu pihak imigrasi juga menyita 2 unit traktor buatan China yang dipakai oleh petani ilegal itu.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, bukan hanya 2 kg yang dimusnahkan, tetapi ada komoditas lain yang jumlahnya lebih besar juga ikut dimusnahkan. Diketahuinya ada komoditas lain, kata Amran, karena peran pengawasan yang ketat di Balai Karantina Kemententan. Dengan Ketatnya pengawasan, lanjut Amran, beberapa komoditas lain seperti bawang di Batam, impor jeruk sebanyak 42 kontainer dari Cina di Surabaya tetap dimusnahkan.

“Kami lakukan pengawasan melekat di seluruh Karantina Indonesia. Buktinya 2 kg saja cabai ini kita tangkap, kita musnahkan. Bahkan dulu dari China ada jeruk dari Surabaya kita musnahkan dan tidak ada kompromi dari ribuan ton kita musnahkan,” Tutur Amran, di Poso, Sulawesi Tenggara, Selasa (13/12/2016).

Amran juga menyeutkan, volume transaksi yang masuk dan keluar di Karantina seluruh Indonesia mencapai 3 juta ton. Namun, dengan pengawasan yang ketat di Karantina 2 kg cabai itu telah daoat dicegah. Kementan, kata Amran, melakukan pengetatan pengawasan di Balai Karantina dengan melakukan mutasi sebanyak 164 pegawai dalam waktu 2 tahun.

Amran juga mengonfirmasi, bahwa 2 kg cabai yang sebelumnya disebut dalam berita 4 hektar hanyalah 0,4 hejtar atau 4000 meter. Selain itu, cabai tersebut kenapa dimusnakan, sebenarnya tidak membahayakan untuk manusia, tetaoi berbahaya bagi tanaman. Amran menyebut, dari 5000 batang cabai yang ditanam sebenarnya berasal dari 33 gram bibit cabai yang diseludupkan dan akhirnya ditanam menjadi 5000 batang.

“Semua ini telah dimusnahkan, biji dan yang ditanam, yang di tanam 5000 batang itu adalah 0,33 Kg atau 33 gram karena dia (WN Cina) adalah illegal bisa saja disimpan dalam sepatu atau di kotak karena kecil kita tidak mengerti. Jumlah yang ditanam itu adalah 33 gram,” ujarnya. Dikatakan Amran, pihaknya juga terus berupaya agar hal serupa tidak terulang. (Sopan Sopian/Foto: umknews.com)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: