Kasus PCC, Ikatan Apoteker Minta Masyarakat Beli Obat di Apotek

Nurul Falah Edi Pariang menyarankan agar masyarakat tidak sembarang minum obat.
, Majalah Kartini | 26/09/2017 - 17:02

MajalahKartini.co.id – Ketua Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia, Nurul Falah Edi Pariang menyarankan agar masyarakat tidak sembarangan meminum obat yang tidak dibeli di apotek. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya lagi kasus penyalahgunaan obat seperti obat PCC (Paracetamol Caffein Carisoprodol) di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Nurul Falah dalam keterangannya di Jakarta, Senin (25/9), menganjurkan masyarakat memilih membeli obat di apotek keluarga yang dapat diakses 24 jam. “Jangan sembarangan minum obat, keluarga diharapkan punya apotek keluarga yang bisa diakses 24 jam,” jelasnya.

Baca juga: Obat PCC Sudah Ditarik Izin Edar Sejak Tahun 2013

Nurul juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah menerima obat yang dibagikan secara gratis untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Seperti, tidak sadarkan diri, tubuh panas, nyeri dan penyebab sakit lainnya.

PP IAI menyampaikan keprihatinan terhadap kasus penyalahgunaan obat PCC di Kendari Sulawesi Tenggara. Mereka juga mengampresiasi kerja keras dan profesionalisme Polri yang menemukan dan membongkar produsen besar dan jaringan distribusi PCC di berbagai kota di Indonesia, seperti Makassar, Bintan, Cimahi, Purwokerto dan Surabaya.

Baca juga: Soal Obat PCC, BPOM Ambil Langkah Tegas

Nurul memaparkan kejadian penyalahgunaan tablet PCC pada anak-anak dan mengakibatkan korban sebanyak 76 anak dan satu di antaranya meninggal dunia, tidak ada kaitannya dengan penahanan apoteker di Kendari. Menurutnya, peredaran dan penyalahgunaan tablet PCC tidak didapat dari apotek melainkan dari lingkungan. (Cindy/Foto: Ilustrasi/Jawa Pos)

Tags: , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: