Indonesia Ingin ASEAN Lindungi Buruh Migran

Pembahasan soal buruh migran di forum ASEAN mengalami kebuntuan selama 10 tahun terakhir.
, Majalah Kartini | 26/04/2017 - 17:02

Indonesia Ingin ASEAN Lindungi Buruh Migran

Majalahkartini.co.id – Isu perlindungan buruh migran kembali akan jadi pembahasan dalam KTT ASEAN yang akan digelar di Filipina pada akhir pekan nanti. Indonesia ingin semua anggota ASEAN sepakati dokumen tentang perlindungan buruh migran.

Pembahasan soal buruh migran di forum ASEAN mengalami kebuntuan selama 10 tahun terakhir. “Pembahasan buruh migran sudah cukup lama, kesepakatan Chebu soal Protection Promotion of the Right of Migrant sudah ada sejak 2007. Namun, sudah 10 tahun pembahasan ini sangat keras,” kata Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri Indonesia, Jose Tavares, pada Selasa (25/4).

“Kita menghendaki buruh migran ini dilindungi dan dipromosikan haknya, baik yang datang dengan dokumen dan tidak dengan dokumen,” kata dia.

“Kita mau keduanya dilindungi, keluarga keduanya juga dilindungi. Ini salah satu isu yang sangat pelik untuk dicapai dalam konsesus. Mengenai dokumen ini, akan mengikat secara hukum atau tidak memang belum tercapai ,” lanjut Jose.

Menurut Jose, semua negara harus menekan egonya. Kesepakatan tidak akan tercapai jika semua pihak tetap ngotot dengan permintaan masing-masing. Menurutnya, dua masalah dalam kesepakatan itu sudah selesai. Yakni, mengenai keluarga dan pekerja tanpa dokumen. sedangkan yang masih menjadi pembahasan adalah kesepakatan ini mengikat secara hukum atau tidak.

“Di Manila nanti akan dibahas untuk bisa menjadi clean document, untuk bisa diadopsi seluruh negara. Pembahasan ini bidangnya Kementerian Tenaga Kerja. Kementerian Luar Negeri hanya membantu memberi masukan. Kami optimistis dokumen bisa dicapai tahun ini asal kita bisa negosiasi,” katanya. (Raga Imam/ Foto: ilustrasi)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: