Harga Cabai Naik, Netizen Keluhkan Makan Kurang Pedas

Naiknya harga cabai ditanggapi ramai oleh para pengguna sosial media khususnya twitter. Tidak sedikit mengeluhkan kenaikan tersebut berpengaruh pada rasa sambal bagi pecinta pedas.
, Majalah Kartini | 10/01/2017 - 15:34

harga-cabai-naik-netizen-keluhkan-makan-kurang-pedas

MajalahKartini.co.id – Harga cabai naik di beberapa daerah meroket sampai Rp 100 ribu per kilogram. Bahkan di sejumlah daerah ada yang mencapai hingga Rp 200 ribu per kilogram. Selain itu, imbas dari kenaikan harga cabai ini pun meruginya pedagang cabai khususnya di pasar Senen, Jakarta Pusat. Menanggapi hal ini, pemerintah mengatakan bahwa faktor cuacalah yang menyebabkan harga cabai melambung tinggi.

Menanggapi hal tersebut, banyak komentar lucu dari netizen di mana, banyak yang mengeluhkan selera makan menjadi berkurang karena sambalnya jadi kurang pedas. “Kubenci harga cabe mahal karena makan apapun jadi nggak pedes sambelnya!” cuit @adelladellaide. Bahkan, netizen bisa sedih ketika harga makanan di cobek rawit naik karena sambalnya bisa dikurangi. “Harga cabe naik, okay. Tapi jangan sampai harga makanan di cobek rawit naik. Apalagi sambalnya dikurangin. Nanti aku sedih :(,” tulis @vensyaven

Bahkan akun @nindiberre mengaku tidak asyik jika makan kurang pedes. “Kenapa sih harga cabai melonjak begitu tingginyaaaaa. Makan jadi kurang pedes deeh. Kan gaasyik,” Bahkan selain itu, ada yang membandingkan antara cabai dan daging karena mahalnya harga cabai dibandingkan daging. “Makan siang: Nasi +sambel+ tahu goreng Menu mahal.. Harga cabe lebih mahal dari daging,” cuit @Pramesta6

Begitupun cuitan @RanggaPrasetia, dia membandingkan opor ayam dengan opor daging. “Opor Cabe keknya lebih terlihat bergengsi dari segi harga, di banding opor ayam” Bahkan ada yang mengutuk tengkulak yang menaikan harga cabai karena langganan makanannya sambalnya jadi tak karuan. “Terkutuklah para tengkulak yg menaikkan harga cabe! Sambel di penyetan favoritku rasanya nggak karu2an. Nggak pedes sama sekali.” tulis akun @srisumaryani

Akun @unilubis menuliskan soal kesabaran netizen samarinda tentang cabai. “Harga cabe di Samarinda Rp 250 ribu per kg. Untung netizen Samarinda sabar2. Kalau ndak udah bikin trending topic marah2“. Berbeda dengan akun @AyuMakaka, dia mengiritisi semua harga naik, di mana semua naik hanya harga diri bangsalah yang turun. “Tahun baru lgsg dikasih kado sama pemerintah: bbm naik, listrik naik, cabe naik. Yg turun cuma harga diri bangsa !!” (Sopan Sopian/Foto: Makasarkini.info)

Tags: , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: