Gelar Wicara oleh DWP Kemenkes

DWP Kemenkes ingin ambil bagian dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan lingkungan yang aman dari sakit penyakit.
, Majalah Kartini | 18/07/2018 - 20:00

MajalahKartini.co.id – Berlokasi di Aula Siwabessy Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengadakan Gelar Wicara. Kali ini tema yang diangkat ialah “Peran Dharma Wanita Persatuan dalam Percepatan Eliminasi TBC, Peningkatan Mutu Imunisasi dan Penurunan Stunting”. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya” yang diikuti oleh para tamu undangan yang hadir memenuhi Aula Siwabessy Kemenkes RI Jakarta.

Ketiga pokok pembahasan yaitu percepatan eliminasi TBC, peningkatan mutu imunisasi dan penurunan stunting akan dibahas secara khusus dengan bantuan beberapa narasumber yang diundang hadir mengisi sesi.

Dikesempatan kali ini turut hadir Wien Ritola Tasmaya selaku Ketua Umum DWP, Lis Untung Suseno selaku Ketua DWP Kementerian Kesehatan, Nila Fardi Moeloek selaku Menteri Kesehatan RI, Anung Sugihantono selaku Dirjen P2P, Tri Suswati Tito Karnavian selaku Ketua Umum Bhayangkari, Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum Dharma Pertiwi dan beberapa perwakilan dari anggota organisasi perempuan di Indonesia lainnya.

Pemaparan pertama disampaikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI, Nila Farid Moeloek. “Acara ini sangat bagus karena melalui acara ini saya berharap supaya organisasi wanita bisa mengambil bagian dalam mendampingi sosialisasi TOSS TBC. TOSS TBC adalah singkatan dari Temukan TB Obati Sampai Sembuh. Ia merasa sebagai menteri kesehatan saat ini ada banyak tantangan kesehatan terutama penyakit TBC karena tahun 2016 menurut WHO sudah memasuki angka lebih dari 1 juta kasus.

Pemaparan dilanjutkan dengan adanya sesi yang membahas secara terperinci mengenai ketiga pokok pembahasan yang menjadi tema pada acara kali ini. Fakta yang dipaparkan ialah bahwa TBC adalah penyakit yang bisa tertular melalui udara dan dibutuhkan pencegahan. Imunisasi sangat perlu dilakukan terhadap bayi dengan bantuan 4 jenis imunisasi yaitu imunisasi rutin, tambahan, khusus dan pilihan. Stuning adalah pokok pembahasan akhir yang perlu masyarakat tahu bahwa Indonesia memiliki 37% atau 9 juta anak yang mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan adanya faktor multidimensi.

Acara kali ini menarik kesimpulan bahwa pencegahan dan pensosialisasian tidak hanya bisa dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI tetapi perlu sertanya bantuan dari masyarakat Indonesia yang menjadi perpanjangan tangan dari Kemenkes RI agar terciptanya kehidupan masyarakat sehat dan lingkungan yang aman dari sakit penyakit. (*)

Tags: , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: