Dilarang Operasi Caesar, Ibu Hamil Bunuh Diri

Kasus ibu hamil bunuh diri ini memicu kemarahan netizen di China.
, Majalah Kartini | 11/09/2017 - 15:04

MajalahKartini.co.id – Ibu hamil memiliki haknya sendiri dalam memutuskan apa yang terbaik bagi diri dan kandungannya. Namun hal ini ternyata tidak diterapkan di beberapa negara seperti China. Dilansir dari South China Morning Post, Ma Rongrong (26) memutuskan bunuh diri setelah keluarganya menolak keinginannya untuk mejalani operasi caesar.

Insiden tersebut terjadi pekan lalu di Yulin no. 1 Hospital di provinsi Shaanxi, China bagian utara. “Usia kehamilannya sudah 41 minggu. Saat diperiksa, ukuran lingkar kepala janin sangat besar sehingga tampak berisiko jika menjalani proses persalinan secara normal,” ujar pihak Rumah Sakit Yulin.

Para dokter di RS Yulin tersebut sudah menyarankan kepada pihak keluarga agar melakukan proses persalinan secara caesar, namun pihak keluarga masih bersikeras agar Ma tetap menjalankan persalinan secara normal. Memang di bawah hukum pemerintahan China, seorang dokter harus mendapat persetujuan keluarga sebelum menjalani proses operasi. Seorang dokter juga dapat membuat keputusan sendiri tanpa persetujuan pihak manapun apabila pasien dalam keadaan darurat.

Sebelumnya, Ma dipindahkan ke ruang persalinan dan menderita kesakitan yang hebat. Ia memaksa keluar dari bangsal bersalin untuk memberi tahu keluarganya tentang kesakitan yang dideritanya. Namun keluarganya tetap bersikukuh terhadap keputusan operasi normal.

Suatu malam pukul 08.00, Ma tidak bisa lagi menanggung kesakitan tersebut lalu nekat melompat dari lantai lima. Nyawanya dan bayi dalam kandungan tidak dapat tertolong. Penyelidikan awal mengungkap bahwa kasus tersebut adalah kasus bunuh diri.
Insiden ibu hamil bunuh diri ini telah memicu kemarahan, kekesalan dan kebencian di Cina. Orang-orang meminta agar hak-hak wanita, terutama ibu, dapat dipenuhi.

Menanggapi hal tersebut, seorang ginekolog dari Shanghai First Maternity and Infant Hospital, Gong Xiaoming mengatakan bahwa wanita hamil harus menentukan hak sendiri untuk memilih proses kelahiran anaknya. “Kenyataannya, dalam banyak kasus di China, keputusan seperti ini banyak diambil oleh keluarga yang tak tahu menahu soal kondisi pasien,” Kata Xiaoming kepada China Daily. (Cindy/Foto: Urbanfamilytalk)

 

Tags: , , , , ,

BAGIKAN HALAMAN INI: